Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menekankan bahwa budaya harus menjadi masa kini dan masa depan Indonesia agar menjadi kekuatan strategis melalui cultural and creative industry (CCI) dan ekonomi berbasis kekayaan intelektual.
“Budaya adalah sumber daya strategis sekaligus soft power diplomasi, di bidang budaya kita memiliki fondasi yang sangat kokoh,” kata Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Sementara dalam konteks kebangsaan, ia Menbud Fadli menegaskan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa.
Ia menyatakan bahwa Pancasila bukan sekadar lima sila, melainkan hasil perenungan mendalam atas sejarah panjang peradaban Indonesia.
Fadli menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa, baik dari sisi kuantitas maupun kedalaman sejarahnya.
Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat 2.727 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, dengan potensi puluhan ribu lainnya yang terus dalam proses registrasi dan verifikasi.
“Kita memiliki warisan budaya takbenda dan juga cagar budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Budaya kita bukan hanya kaya, tetapi juga tua,” ujarnya.
Menbud menyebutkan temuan mutakhir yang memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa dengan peradaban panjang, yakni publikasi dalam jurnal Nature pada 22 Januari 2026 tentang penemuan lukisan purba tertua di dunia berusia 67.800 tahun di Muna, Sulawesi Tenggara.
Temuan tersebut, menurutnya, menegaskan bahwa peradaban Nusantara telah hadir sejak puluhan ribu tahun silam.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menempatkan kebudayaan sebagai pemersatu dalam visi pembangunan daerah melalui tagline “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”.
Ia menyampaikan bahwa Kalimantan Timur telah memiliki Taman Budaya yang dimanfaatkan oleh seluruh etnis sebagai ruang ekspresi dan interaksi budaya.
Wagub Seno Aji juga menegaskan jejak peradaban tua di wilayahnya melalui keberadaan Kerajaan Kutai abad ke-4 yang dibuktikan dengan Prasasti Yupa di Muara Kaman, serta kesinambungan sejarahnya dari Kutai Martadipura hingga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.Ia menambahkan bahwa terdapat 56 warisan budaya Kalimantan Timur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan, baik benda maupun takbenda, termasuk pengakuan terhadap kuliner khas daerah.