Logo Header Antaranews Kalteng

Promosi masih jadi daya tarik utama dompet digital

Kamis, 26 Februari 2026 13:19 WIB
Image Print
Ilustrasi penggunaan dompet dogotal dengan pelanggan tertinggi dari aplikasi GoPay milik perusahaan jasa transportasi online (daring) di Indonesia. ANTARA Foto/HO/Humas GoJek

Jakarta (ANTARA) - Lembaga riset Ipsos Indonesia menemukan bahwa faktor promosi masih menjadi penentu keputusan konsumen memilih dompet digital, berdasarkan studi terbaru mereka bertajuk "Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape".

Direktur Eksekutif Ipsos Indonesia Andi Sukma dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, menyatakan dompet digital atau e-wallet kini bukan sekedar alternatif metode pembayaran, melainkan telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup finansial masyarakat.

"Dengan semakin luasnya pemanfaatan dompet digital untuk beragam kebutuhan, preferensi pengguna menjadi aspek krusial dalam menentukan pilihan dompet digital," kata dia.

Riset terbaru Ipsos mengungkapkan sejumlah faktor utama yang mempengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih dompet digital, persebaran preferensinya adalah, pertama, promosi yang menarik. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, promosi menjadi kunci utama dalam mendorong intensitas transaksi menggunakan dompet digital.

Dalam riset tersebut dipaparkan dari beragam promosi yang ditawarkan, gratis biaya administrasi, cashback (uang kembali), dan diskon atau potongan harga menjadi tiga promosi dompet digital terfavorit responden. Menurut Andi, aspek promosi merupakan instrumen penting, tidak hanya dalam meningkatkan daya tarik tetapi juga memperkuat loyalitas pengguna dompet digital.

Riset Ipsos ini mengungkapkan, ShopeePay menjadi merek dompet digital yang dinilai paling banyak memberikan gratis biaya administrasi diikuti dengan Dana, GoPay, dan Ovo. Selain gratis biaya administrasi, cashback juga menjadi salah satu promosi yang paling menarik dalam ekosistem dompet digital karena memberikan manfaat yang terasa langsung dan instan bagi pengguna.

Faktor preferensi kedua adalah terintegrasi dengan aplikasi. Dari riset terlihat bahwa kompetisi nyatanya tidak hanya terjadi pada level promosi, tapi, juga upaya-upaya dalam membangun asosiasi mereka yang kuat di benak konsumen melalui berbagai aspek. Dompet digital yang terhubung dengan platform e-commerce serta layanan digital lainnya memiliki peluang lebih besar untuk digunakan secara berulang.

Faktor ketiga yakni banyak digunakan di toko favorit. Penggunaan dompet digital tidak hanya dominan dalam transaksi online, tetapi, juga semakin kuat di ranah offline melalui QRIS. Selain penggunaan QRIS, data menunjukkan responden juga menggunakan dompet digital untuk pembelian paket data dan pembayaran tagihan, dipimpin ShopeePay kemudian diikuti oleh GoPay, Dana dan Ovo.

"Promo memang masih menjadi pintu masuk utama, tetapi integrasi ekosistem, kemudahan penggunaan, keamanan serta relevansi terhadap gaya hidup akan menjadi faktor pembeda jangka panjang," ujar Andi.

Dia menjelaskan perubahan peran dompet digital dari alternatif metode pembayaran menjadi sebuah ekosistem terpadu dalam satu aplikasi tidak lepas dari peran Generasi Z yang tidak sekadar menjadi pengikut arus, namun, juga penentu standar dan penggerak dari kebiasaan baru di pasar. Bukan lagi sekadar pengikut tren, Generasi Z memiliki ekspektasi tinggi terhadap fungsi pembayaran yang dinilai dapat terintegrasi dengan gaya hidup digital.

Berdasarkan data perilaku konsumen terbaru, penetrasi dompet digital dalam kategori Ever Used 3 Months (P3M) mencatatkan dompet digital yang paling sering digunakan kalangan Gen Z yakni ShopeePay diikuti platform lain seperti Dana, GoPay, dan Ovo.

Menurut Andi, keputusan Generasi Z memilih dompet digital, dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni aspek kepraktisan dan dompet digital yang menawarkan bebas biaya administrasi untuk berbagai transaksi, mulai dari transfer antarplatform, isi ulang saldo, hingga penarikan tunai. Selain itu, fleksibilitas penggunaan yang bisa di berbagai toko juga menjadi faktor penentu.

Semakin luas jangkauan layanan digital, semakin dalam pula integrasi dompet digital dalam keseharian generasi muda. Aktivitas transaksi Gen Z menggunakan dompet digital dalam kebutuhan sehari-hari terkonsentrasi pada berbelanja online, membeli makanan dan minuman, serta kebutuhan gaming dan layanan digital seperti pembelian pulsa dan bayar tagihan.

"Dalam konteks ini, dompet digital tidak lagi sekadar alat pembayaran, melainkan aktor utama yang menyediakan akses cepat 24/7 untuk mendukung konsumsi digital yang aktual dan tanpa hambatan," kata Andi.

Dalam ekosistem yang bergerak dinamis, metode pembayaran yang mampu mengikuti ritme konsumsi digital menjadi faktor penentu dalam preferensi pengguna, terutama generasi Z.

Faktor ease of use, kemudahan penggunaan, menjadi determinan utama dalam kategori kebutuhan hiburan seperti gaming dan layanan digital, di mana kecepatan dan kesederhanaan alur transaksi memiliki dampak langsung terhadap pengalaman pengguna

"Gen Z tidak lagi melihat dompet digital sebagai alat bayar alternatif, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup mereka," ujar Andi.Siapa pun penyedia layanan yang mampu mengintegrasikan hiburan, seperti gaming, dengan kemudahan transaksi dalam satu klik, menurut Andi dialah yang akan memenangkan pasar dalam dekade ini.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026