Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (Fisipadkom UMPR) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan Puskesmas Marina Permai menghadirkan kegiatan pemeriksaan dini faktor risiko Hipertensi bagi remaja usia produktif.

"Kegiatan ini menyasar sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen di lingkungan UMPR," kata Wakil Dekan Fisipadkom UMPR Dr Milka di Palangka Raya, Kamis.

Dr Milka menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sehat. Selain itu, program ini juga menjadi implementasi dari tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda.

"Dengan sinergi tersebut, diharapkan upaya promotif dan preventif dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat," katanya.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini terhadap risiko penyakit yang kerap disebut sebagai "silent killer" penyakit yang mematikan tanpa tanda-tanda tersebut.

Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah di atas batas normal yang jika tidak terdeteksi sejak awal dapat memicu berbagai komplikasi serius. Penyakit ini berkaitan erat dengan risiko gangguan jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup penderitanya.

Petugas kesehatan menjelaskan bahwa penyebab hipertensi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, stres, hingga faktor keturunan. Gaya hidup tidak sehat yang kerap dialami kalangan usia produktif menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus hipertensi di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan seperti pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, serta konsultasi kesehatan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejak dini potensi risiko sehingga dapat dilakukan intervensi lebih cepat.

Selain deteksi, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai langkah pengobatan hipertensi. Penanganan penyakit ini dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sehat seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, serta mengelola stres. Pada kondisi tertentu, pengobatan medis dengan obat antihipertensi juga diperlukan sesuai anjuran dokter.

Upaya pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus hipertensi, terutama di kalangan generasi muda. Masyarakat diimbau untuk membatasi konsumsi garam, memperbanyak asupan buah dan sayur, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dinilai sangat penting karena hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Dengan pemeriksaan berkala, potensi risiko dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan efektif.