Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) berkolaborasi melalui implementasi program Akademi Komunitas Muhammadiyah UMPR (AKM UMPR) untuk mencetak 2.000 sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian.

Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo di Palangka Raya, Kamis mengatakan, AKMPR UMPR merupakan upaya pemerintah berkolaborasi dengan Pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja serta mampu memperkuat sektor pangan di Kalimantan Tengah.

"Melalui program ini, peserta didik akan dibekali keterampilan praktis di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Harapannya, anak-anak Kalteng tidak hanya melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan yang langsung bisa diterapkan di lapangan,” katanya.

Edy mengatakan, pembangunan pertanian merupakan pilar utama ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Sebagaimana Asta Cita Pemerintah Indonesia yaitu Ketahanan Pangan dan Kemandirian Pangan, oleh karena itu Pendidikan Vokasi dibutuhkan untuk menciptakan tenaga siap kerja berbasis kebutuhan daerah.

Pernyataan itu diungkapkan Wagub Kalteng disela acara penyerahan SK pembukaan Program D1 Vokasi Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Akademi Komunitas Muhammadiyah UMPR.

Penyerahan SK itu dilakukan oleh Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Muhammad Najib kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP disela acara wisuda mahasiswa lulusan UMPR.

Baca juga: 723 lulusan UMPR siap berkontribusi dalam pembangunan daerah

Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, Muhammad Najib mengatakan, pengembangan dan investasi pendidikan menjadi kunci utama dalam pembangunan karena mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk keterampilan, karakter, dan kemampuan berpikir kritis yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan zaman," katanya.

Selain itu, investasi pendidikan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Tenaga kerja yang terdidik lebih produktif, inovatif, serta mampu mengurangi kesenjangan melalui akses peluang yang lebih merata.

Di tengah tantangan global dan transformasi digital, penguatan pendidikan menjadi semakin penting. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

Sementara itu, Rektor UMPR yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) AKM UMPR, menyampaikan bahwa kehadiran lembaga ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi berbasis vokasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

AKM UMPR diharapkan menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah, khususnya melalui pendidikan vokasi yang adaptif dan aplikatif.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Fapertahut UMPR laksanakan kuliah umum Bio-Ekonomi untuk jawaban Isu Global dan SDGs

Baca juga: Mahasiswa FK UMPR tembus final nasional Medjonson 2026

Baca juga: UMPR Yudisium Pascasarjana tahap I tahun akademik 2025/2026