Kuala Kapuas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Rupiah Susur Sungai Kalimantan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia, bertempat di Pelabuhan Danum Are, Kuala Kapuas, Rabu.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjangkau wilayah terpencil sekaligus memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat di daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (EKP) Setda Kapuas, Septedy, saat membuka kegiatan tersebut.
Septedy menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas masih masuk kategori daerah terpencil menurut Bank Indonesia, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Jika keterpencilan disebabkan oleh akses jalan, maka itu menjadi pekerjaan rumah kami untuk membangun infrastruktur jalan. Jika karena keterbatasan sarana transportasi, maka kami juga berkewajiban untuk menyediakan fasilitas tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Kapuas data ulang hunian NSD dan rumah susun
Ia menegaskan, berbagai masukan dari kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan dan pembangunan di wilayah terpencil.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kapuas juga menyampaikan penghargaan kepada Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kalteng dan Kalimantan Selatan, serta TNI Angkatan Laut yang telah bersinergi dalam menyukseskan kegiatan ekspedisi tersebut.
“Kegiatan ini mencerminkan kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat. Ekspedisi Rupiah merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan mata uang serta memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh wilayah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga mendapatkan layanan penukaran uang layak edar, serta edukasi mengenai pentingnya menggunakan dan merawat rupiah. Selain itu, turut disosialisasikan program Cinta, Bangga dan Paham (CBP) rupiah serta digitalisasi sistem pembayaran guna mendukung transaksi ekonomi yang lebih modern dan efisien.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan pasar murah, edukasi sosial dan cek kesehatan gratis.
Pemkab Kapuas menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pemerataan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” demikian Septedy.
Baca juga: Pemkab Kapuas fasilitasi sosialisasi studi FEB UPR tingkatkan kompetensi ASN
Baca juga: Bupati Kapuas lepas keberangkat 233 calon haji
Baca juga: Anggaran PBI turun, Pemkab Kapuas sosialisasikan program SSI