Pulang Pisau (ANTARA) - Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Dede Stevanus mengatakan bahwa kegiatan Pulang Pisau Menari #2 dalam momentum Hari Tari Sedunia menjadi salah satu upaya merawat ingatan kolektif sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

"Tari adalah denyut nadi kebudayaan daerah yang tumbuh dari kearifan lokal, dari alam, dari adat istiadat serta dari perjalanan panjang para leluhur kita," kata Dede di Pulang Pisau, Rabu malam. 

Dede mengungkaplam tema berkarya dan berbudaya yang diusung tahun ini mengandung pesan yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Berkarya berarti kita terus mencipta, berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Berbudaya berarti setiap karya yang kita hasilkan berakar pada nilai-nilai luhur budaya, etika dan kearifan lokal," tambahnya. 

Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang begitu pesat, seni tari menghadapi tantangan sekaligus peluang. Tantangannya adalah bagaimana menjaga keaslian, makna dan nilai luhur tari tradisional agar tidak tergerus oleh budaya asing.

"Peluang terbuka lebar melalui media digital, kolaborasi lintas daerah bahkan lintas negara yang memungkinkan seni tari Pulang Pisau dikenal lebih luas," terangnya. 

Baca juga: GOW Pulang Pisau ajak perempuan perkuat sinergi lintas generasi

Dede menegaskan, kegiatan Pulang Pisau Menari #2 menjadi bentuk komitmen dalam upaya pelestarian sekaligus pengembangan seni tari di daerah. Kegiatan ini, paparnya, menghadirkan beragam pertunjukan yang memadukan unsur tradisional dan modern.

"Berbagai penampilan ditampilkan mulai dari tari-tarian suku Dayak hingga tarian modern seperti hip hop dan ditutup dengan karungut," terangnya. 

Ia menyampaikan, Pulang Pisau Menari #2 merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Tahun ini konsep kegiatan dikembangkan dengan menghadirkan lebih banyak variasi penampilan.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Pulang Pisau, termasuk Kecamatan Jabiren Raya. Tercatat sebanyak tujuh kelompok tari serta satu penampil individu turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

"Partisipasi yang datang baik secara berkelompok maupun berpasangan yang menunjukkan minat generasi muda terhadap seni tari di daerah masihh cukup tinggi," kata Dede

Dede berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap para pelaku seni, terutama dalam penyediaan fasilitas dan ruang berekspresi yang memadai.

“Kami berharap adanya dukungan yang lebih besar tidak hanya untuk seni tari tetapi juga untuk seni musik dan seni rupa,” demikian Dede Stevanus.

Baca juga: Inspirasi Kartini, perempuan diharapkan jadi pendobrak keterbatasan sosial di Pulang Pisau

Baca juga: DPRD Pulang Pisau rekomendasikan optimalisasi pendapatan daerah

Baca juga: Pemkab Pulang Pisau dukung rekomendasi DPRD terkait perbaikan dermaga di Kahayan Kuala