
Pemilu - Caleg Lebih Pilih Pertemuan Terbatas

Kalau pantauan kami, memang banyak yang memilih kampanye dialogis atau pertemuan terbatas. Mungkin saat ini cara itu yang dianggap lebih efektif,"
Sampit (Antara Kalteng) - Masa kampanye terbuka di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terbilang masih sepi lantaran calon anggota legislatif lebih memilih menggelar pertemuan terbatas.
"Kalau pantauan kami, memang banyak yang memilih kampanye dialogis atau pertemuan terbatas. Mungkin saat ini cara itu yang dianggap lebih efektif," kata anggota Panitia Pengawas Pemilu Kotim, Tohari di Sampit, Jumat.
Meski pertemuan terbatas, namun kegiatan itu tidak lepas dari pantauan Panwaslu mengingat ada indikasi pertemuan yang dilakukan di luar jadwal yang ditetapkan sehingga dinilai telah melanggar ketentuan.
Di sejumlah kecamatan di kawasan Selatan Kotim, Panwas Kecamatan bahkan telah memberi teguran kepada caleg karena telah membuat pertemuan terbatas dengan konstituen namun tidak ada pemberitahuan kepada kepolisian.
Pantauan di daerah pemilihan 2 meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang serta daerah pemilihan 3 meliputi Kecamatan Baamang dan Seranau, hanya beberapa partai politik yang memanfaatkan jatah jadwal kampanye dengan mengumpulkan massa dalam jumlah besar.
Hingga hari ini, di dapil 2 dan 3 tersebut tercatat baru dua partai politik yang menggelar kampanye dialogis di Gedung Serbaguna Sampit dengan mengumpulkan massa ratusan orang, yakni PDIP dan Partai Golkar, sedangkan sisanya melewatkan jatah jadwal kampanye mereka.
Audy Valent, tokoh pemuda di Kotim menilai kesuksesan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi dengan sistem kampanye blusukan ke kampung-kampung menemui konstituen, seolah menjadi tren.
Selain dinilai efektif, kampanye dari rumah ke rumah tersebut lebih murah dibanding harus menggelar kampanye terbuka menghabiskan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah.
"Secara logis itu efektif karena langsung ke sasaran, tapi yang harus diwaspadai jangan sampai blusukan itu justru melakukan politik uang atau kecurangan lain. Politik uang ini harus dijadikan perhatian serius meski terkadang sulit dibuktikan," ucap Audy.
Sekadar diketahui, ada 433 caleg di Kotim yang akan bersaing pada pemilu legislatif 9 April 2014. Mereka memperebutkan 40 kursi di DPRD Kotim yang tersebar di lima daerah pemilihan meliputi 17 kecamatan.
(T.KR-NJI/B/S019/S019)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
