Logo Header Antaranews Kalteng

Warga Sampit Mulai Stok Sembako Hadapi Ramadhan

Minggu, 22 Juni 2014 15:04 WIB
Image Print
Ilustrasi, (Istimewa)

Sampit (Antara Kalteng) - Sebagian masyarakat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai berbelanja kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak dibanding biasanya untuk stok kebutuhan selama Ramadhan nanti.

"Untuk jenis-jenis kebutuhan tertentu, memang saya beli lebih banyak untuk stok selama Ramadhan. Beras kualitas bagus kemasan 25 kilogram, tadi saya beli Rp 265 ribu," kata Lina, pembeli di Pasar Keramat Sampit, Minggu.

Dia mengaku sengaja membeli beberapa kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan lainnya dengan jumlah banyak sebagai persediaan selama bulan suci Ramadhan yang tinggal sepekan lagi.

Ini dilakukannya mengantisipasi fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok yang biasanya hampir selalu terjadi menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.

Saat ini saja beberapa kebutuhan dapur mulai mengalami kenaikan meski belum signifikan. Kenaikan cukup tinggi terjadi pada ayam potong yang saat ini sudah Rp 34.000 per kilogram padahal dalam kondisi normal hanya Rp 25.000 per kilogram.

"Selain mengantisipasi kemungkinan naiknya harga, ini juga agar saya tidak capek lagi berbelanja saat puasa nanti. Biasanya kita kan malas ke pasar kalau lagi puasa. Makanya barang yang tahan lama, saya stok dulu. Tapi kalau ayam kan tidak bisa distok," celetuk Lina.

Yati, salah seorang pedagang mengatakan, harga sejumlah barang mulai naik namun belum signifikan. Dia tidak menampik kemungkinan harga kebutuhan akan naik saat Ramadhan nanti.

"Biasanya saat Ramadhan permintaan barang meningkat, jadi kalau pasokan terhambat maka harga akan naik. Tapi mudah-mudahan saja kenaikannya tidak tinggi karena kalau daya beli masyarakat menurun maka keuntungan yang kami dapat juga berkurang," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelola Pasar Kotim, Mudjiono mengakui ada beberapa harga kebutuhan mengalami kenaikan namun kenaikannya tidak signifikan.

"Hanya sedikit yang naik dan kenaikannya juga masih dalam batas kewajaran. Kami terus memantau perkembangan harga secara rutin. Masyarakat juga jangan panik dan jangan membeli berlebihan," katanya.


(T.KR-NJI/B/M019/M019)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026