
Legislator Minta Pembangunan Jalan Tani Diprioritaskan

Jalan tani harus diprioritaskan dibangun, sesuai aspirasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2015 tingkat kecamatan,"
Sampit (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Hamsyim meminta pemerintah daerah untuk memprioritaskan pembangunan jalan tani.
"Jalan tani harus diprioritaskan dibangun, sesuai aspirasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2015 tingkat kecamatan," katanya di Sampit, Selasa.
Pembangun jalan tani sangat penting karena sebagai sarana pendukung peningkatan produksi pertanian dan memajukan ekonomi daerah.
Wilayah selatan Kabupaten Kotim yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit, merupakan sentra produksi padi. Sehingga dukungan infrastruktur seperti jalan tani harus dimaksimalkan.
"Selama ini keluhan masyarakat di wilayah itu karena tidak didukung sarana infrastruktur jalan tani dan pengarairan yang memadai. Guna mendukung mereka mengelola lahan pertaniannya. Sehingga kami harapkan jalan tani nantinya diprioritaskan pembangunannya," katanya.
Hamsyim berjanji bersama wakil rakyat dari Dapil satu lainnya akan memperjuangkan peningkatan anggaran dan program sektor pertanian.
Menurut Hamsyim, peningkatan sektor pertanian melalui dukungan infrastruktur juga akan mendukung ekonomi daerah dan memajukan ketahanan pangan.
Sementara itu, anggota DPRD lainnya Iswanur mengatakan, dalam Musrenbang tingkat kecamatan, banyak masyarakat yang meminta DPRD dan pemkab mendorong pengalokasian anggaran guna peningkatan ketahanan pangan.
"Karena itu, kami harapkan agar pemkab melalui Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan dapat mendorong peningkatan produksi pangan daerah dan menjadikan daerah ini swasembada pangan," kata dia.
Iswanur mengungkapkan, di luar kendala status kawasan yang mesti segera dilakukan pengurusan, Kabupaten Kotim memiliki peluang meningkatkan produksi pangannya, khususnya tanaman padi. Sebab, daerah itu ditunjang dengan ketersediaan luas areal tanaman padi.
"Sayangnya dukungan permodalan petani maupun sarana infrastruktur seperti irigasi tidak menunjang. Karena masih sebagian kecil lahan tanaman padi petani yang dialiri dengan sarana irigasi teknis lebih memadai," katanya.
Karena itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berharap dengan anggaran yang dimiliki Kabupaten Kotim, pemberian modal usaha petani guna mengembangkan komoditi pangannya, disamping membangun irigasi teknis perlu terus dilakukan.
"Hal ini butuh perhatian pemkab guna meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani," ungkapnya.
(T.KR-UTG/B/S023/S023)
Pewarta : Untung Setiawan
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
