
Jangan tunggu bernanah, begini cara atasi bisul

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Bisul atau bisulan merupakan radang/infeksi yang disebabkan kuman/bakteri staphylococcus aureus.
Umumnya kita menunggu bisul sampai "matang", baru diobati.
Padahal, yang benar, bisul jangan sampai bernanah karena bisa terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah dan banyak. Kulit jadi berongga.
Sebaiknya bisul diobati selagi masih berupa gejala awal, berupa bintil merah.
Tak semua bisul sampai bernanah. Jika akhirnya bernanah, berarti pertahanan tubuh kurang atau karena infeksinya tak segera ditangani.
Sebaliknya, jika pertahanan tubuh baik atau infeksinya segera diobati, misalnya diberi antibiotik, tak akan sampai abses.
Biasanya bisul cuma memerah, lalu mengecil sendiri.
Jika bisul hanya satu atau beberapa dan masih kecil di permukaan, olesi dengan salep/krim antibiotik.
Jika sudah membesar, agak dalam, dan banyak, perlu diberi antibiotik yang diminumkan juga.
Dengan kata lain, harus dibawa ke dokter.
Bila sudah terjadi abses, biasanya dokter akan melakukan insisi/mengiris dengan pisau tajam untuk mengeluarkan nanahnya.
Jangan biarkan bisul pecah sendiri karena menyebabkan kerusakan kulit dan akan berbekas.
Hindari pengeluaran secara paksa dengan cara memencetnya,sebab bisa menimbulkan bekas yang tak sedap dipandang.
Pewarta : -
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026
