Muara Teweh, (ANTARA Kalteng) - Perusahaan perkayuan PT Austral Byna yang arealnya tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah melakukan konsultasi publik penilaian kinerja pengelolaan hutan produksi lestari (PHPL) oleh tim auditor.
"Kegiatan ini diharapkan mendapat masukan dari masyarakat maupun instansi terkait terhadap PT Austral Byna, guna meningkatkan kinerja perusahaan tersebut dalam kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu secara lestari," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Iwan Rusdani di Muara Teweh, Kamis.
Menurut Iwan, kegiatan ini merupakan tahapan lembaga penilai PHPL yang dilakukan pada unit manajemen PT Austral Byna untuk mendapat sertifikasi PHLP di bidang hutan alam secara mandatory dengan sekurang-kurangnya baik atau sertifikasi PHPL secara voluntary.
Dalam penilaian kinerja tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan No.P.38/Menhut-II/2009 tentang standar dan pedoman penilaian kinerja pengelolaan hutan produksi lestari dan verifikasi legalitas kayu pada pemegang izin atau pada hutan hak.
"Sangat disadri bahwa upaya perbaikan menuju tercapainya sistem pengelolaan hutan produksi yang lestari adalah proses yang terus menerus dan berkelanjutan, baik pada tataran kebijakan, pengembangan ilmu dan teknologi, pengembangan SDM, maupun penerapan ditingkat unit pengelolaan hutan di lapangan," katanya.
Iwan mengatakan, sebagai suatu proses berkelanjutan, maka diperlukan monitoring dan evaluasi secara berkala, khususnya pada tingkat implementasi dilapangan.
Hal ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan kinerja pelaksanaan, pengelolaan hutan alam produksi lestari, serta persoalan yang dihadapi oleh unit pengelolaan hutan dilapangan.
"Kegiatan ini merupakan penyampaian-penyampaian tentang kemajuan, permasalahan/ kendala-kendala yang dilakukan oleh PT Austral Byna dalam pemanfaatan hasil hutan kayu terhadap masyarkat/instansi di sekitar areal kerjanya," kata dia.
Dia mengharapkan kegiatan ini benar-benar diikuti dan dapat dijadikan sebagai momen yang penting bagi pihak PT Austral Byna terkait kinerja PT Austral Byna dalam kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu secara lestari sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini juga dihadiri camat, kepala desa dan masyarakat yang wilayahnya di sekitar kawasan perusahaan itu diantaranya Kecamatan Teweh Tengah dan Lahei.***3***
"Kegiatan ini diharapkan mendapat masukan dari masyarakat maupun instansi terkait terhadap PT Austral Byna, guna meningkatkan kinerja perusahaan tersebut dalam kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu secara lestari," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Iwan Rusdani di Muara Teweh, Kamis.
Menurut Iwan, kegiatan ini merupakan tahapan lembaga penilai PHPL yang dilakukan pada unit manajemen PT Austral Byna untuk mendapat sertifikasi PHLP di bidang hutan alam secara mandatory dengan sekurang-kurangnya baik atau sertifikasi PHPL secara voluntary.
Dalam penilaian kinerja tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan No.P.38/Menhut-II/2009 tentang standar dan pedoman penilaian kinerja pengelolaan hutan produksi lestari dan verifikasi legalitas kayu pada pemegang izin atau pada hutan hak.
"Sangat disadri bahwa upaya perbaikan menuju tercapainya sistem pengelolaan hutan produksi yang lestari adalah proses yang terus menerus dan berkelanjutan, baik pada tataran kebijakan, pengembangan ilmu dan teknologi, pengembangan SDM, maupun penerapan ditingkat unit pengelolaan hutan di lapangan," katanya.
Iwan mengatakan, sebagai suatu proses berkelanjutan, maka diperlukan monitoring dan evaluasi secara berkala, khususnya pada tingkat implementasi dilapangan.
Hal ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan kinerja pelaksanaan, pengelolaan hutan alam produksi lestari, serta persoalan yang dihadapi oleh unit pengelolaan hutan dilapangan.
"Kegiatan ini merupakan penyampaian-penyampaian tentang kemajuan, permasalahan/ kendala-kendala yang dilakukan oleh PT Austral Byna dalam pemanfaatan hasil hutan kayu terhadap masyarkat/instansi di sekitar areal kerjanya," kata dia.
Dia mengharapkan kegiatan ini benar-benar diikuti dan dapat dijadikan sebagai momen yang penting bagi pihak PT Austral Byna terkait kinerja PT Austral Byna dalam kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu secara lestari sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini juga dihadiri camat, kepala desa dan masyarakat yang wilayahnya di sekitar kawasan perusahaan itu diantaranya Kecamatan Teweh Tengah dan Lahei.***3***