Gerilyawan serbu Kantor Polisi Afghanistan
Selasa, 26 Maret 2013 14:11 WIB
Ilustrasi. Pasukan keamanan Afghanistan berlari di atas atap markas besar polisi lalu lintas Kabul. (REUTERS/Omar Sobhani) Ist
Jalalabad,
Afghanistan (ANTARA News) - Sedikitnya sembilan orang, termasuk tiga
polisi, tewas dan delapan orang lagi cedera, Selasa pagi, dalam ledakan
dan baku tembak di satu kantor polisi di Jalalabad, Ibu Kota Provinsi
Nangarhar di Afghanistan timur, kata polisi.
"Berdasarkan informasi awal, sebanyak enam gerilyawan bersenjata yang memakai rompi bunuh diri dan senjata melancarkan serangan terhadap Kantor Pasukan Polisi Reaksi Cepat di Kota Jalalabad sekitar pukul 04.30 waktu setempat dan penembakan sudah berakhir saat kita berbicara," kata satu sumber polisi yang tak mau disebutkan jati dirinya di kota tersebut kepada Xinhua.
Mereka yang tewas yakni tiga polisi dan enam gerilyawan, kata sumber itu sebagaimana dilaporkan Xinhua.
Ia menambahkan enam warga sipil dan dua polisi cedera dalam serangan pada Selasa pagi tersebut di provinsi yang berjarak 160 kilometer di sebelah timur Kabul, Ibu Kota Afghanistan.
Serangan itu terjadi sewaktu Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengunjungi negeri tersebut.
Pasukan keamanan Afghanistan menutup tempat itu tak lama setelah serangan. Ledakan tersebut menimbulkan asap abu-abu tebal yang membubung ke udara di atas tempat kejadian.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan tersebut, tapi tersangka anggota Taliban secara rutin mengaku bertanggung-jawab atas serangan semacam itu.
Penerjemah : Chaidar Abdullah
"Berdasarkan informasi awal, sebanyak enam gerilyawan bersenjata yang memakai rompi bunuh diri dan senjata melancarkan serangan terhadap Kantor Pasukan Polisi Reaksi Cepat di Kota Jalalabad sekitar pukul 04.30 waktu setempat dan penembakan sudah berakhir saat kita berbicara," kata satu sumber polisi yang tak mau disebutkan jati dirinya di kota tersebut kepada Xinhua.
Mereka yang tewas yakni tiga polisi dan enam gerilyawan, kata sumber itu sebagaimana dilaporkan Xinhua.
Ia menambahkan enam warga sipil dan dua polisi cedera dalam serangan pada Selasa pagi tersebut di provinsi yang berjarak 160 kilometer di sebelah timur Kabul, Ibu Kota Afghanistan.
Serangan itu terjadi sewaktu Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengunjungi negeri tersebut.
Pasukan keamanan Afghanistan menutup tempat itu tak lama setelah serangan. Ledakan tersebut menimbulkan asap abu-abu tebal yang membubung ke udara di atas tempat kejadian.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan tersebut, tapi tersangka anggota Taliban secara rutin mengaku bertanggung-jawab atas serangan semacam itu.
Penerjemah : Chaidar Abdullah
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo tingkatkan fasilitas Pelabuhan Sampit demi keamanan dan kenyamanan penumpang
19 December 2025 16:43 WIB
Fakultas Bisnis dan Informatika UMPR edukasi keamanan digital bagi guru-orang tua
14 November 2025 8:26 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump tolak hak kembali warga Palestina dalam rencananya untuk Gaza
11 February 2025 9:13 WIB