Logo Header Antaranews Kalteng

LPEI: Produk IKM Palangka Raya berpeluang tembus pasar internasional

Rabu, 28 Januari 2026 15:59 WIB
Image Print
Foto bersama pelaku IKM, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini beserta jajaran, LPEI atau Indonesia Eximbank dan PT Indonesia Berdaya Saing pada kegiatan Desiminasi Kolaborasi Pelaku Usaha IKM di Kota Palangka Raya, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Nano Ridhansyah.

Palangka Raya (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengungkapkan, bahwa produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memiliki peluang besar untuk menembus pasar go internasional.

"Bahwa kunci keberhasilan ekspor terletak pada perubahan mindset pelaku usaha dari "juara lokal" menjadi "juara internasional", asalkan poduk dipersiapkan dengan matang dan sesuai standar global, kata Kepala Departemen Jasa Konsultasi LPEI, Prayudha Utama usai kegiatan Desiminasi Kolaborasi Pelaku Usaha IKM di Kota Palangka Raya, Rabu.

Pria yang akrab disapa Yudha itu mengatakan, bahwa sebuah produk harus memiliki tanda internasional dan mengikuti ketentuan yang ada di internasional.

Baca juga: Melestarikan warisan "Getah Nyatu" Kalteng meski bahan baku mulai langka

Salah satu langkah penting agar produk kita bisa lebih dikenal di tingkat internasional yakni menambah nilai (value added).

Yudha menyebutkan bahwa Kota Palangka Raya kaya akan potensi bahan alamnya yang berlimpah, seperti bahan baku rotan, kayu yang bisa dikembangkan menjadi arang, kopi dan komunitas wisata seperti orang utan juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi.

Selain itu, bahan baku lokal seperti rotan, kayu untuk kerajinan atau arang, serta kopi, agar tidak hanya diekspor dalam bentuk jadinya saja, melainkan mentahnya juga.

Baca juga: UMKM kerajinan rotan Palangka Raya siap bersaing di pasar internasional

"Ketika para wisatawan datang ke Palangka Raya, dan kita mempromosikan produk lokal yang bagus, saat mereka pulang ke negaranya, maka mereka akan mencari barang yang sama," jelasnya.

Untuk menyiapkan produk lokal kita agar laku di pasar internasional, Yudha menekankan beberapa cara utama yakni, bisa memenuhi standar dan sertifikasi internasional, agar produk bisa diterima di pasar global, termasuk pengemasan, kualitas, dan labeling yang sesuai dengan ketentuan negara tujuan.

Selain itu, menambah nilai produk melalui pengolahan kreatif, seperti mengubah rotan menjadi tas atau kerajinan premium, kayu limbah menjadi ukiran, serta kopi dengan branding unik.

Baca juga: UMKM Palangka Raya siap ekspor produk limbah kayu bernuansa Dayak

"Storytelling yang kuat untuk menceritakan asal-usul produk, proses pembuatan, dan nilai budaya, juga bisa menarik pembeli internasional yang mencari produk autentik dan berkelanjutan," katanya.

Selain itu, promosi melalui ekosistem digital juga sedang dikembangkan, di mana para pelaku IKM akan bergabung ke dalam ekosistem nasional untuk bisa mengakses informasi baik kegiatan pelatihan, jaringan, dan kegiatan yang memantik kreativitas serta mempersiapkan barang berkualitas internasional.

Baca juga: Sebanyak 17 UMKM Palangka Raya ekspor produk ke Selandia Baru

Saat ditanya apakah LPEI bisa memberikan bantuan pembiayaan untuk para pelaku IKM Palangka Raya, Yudha mengungkapkan bahwa bantuan langsung keuangan tidak diberikan di awal, demi menghindari beban mereka, melainkan melalui pengembangan kapasitas produk terlebih dahulu melalui via ekosistem digital.

"Kita tahap demi tahap dan pelan-pelan kita bantu mereka," katanya.

Ia juga optimistis dengan adanya potensi tersebut. Menurutnya, peluang ekspor produk IKM di Indonesia semakin terbuka lebar, terutama karena kondisi ekspor secara keseluruhan sudah mulai menunjukkan perbaikan yang signifikan

Baca juga: BGN: Pasokan UMKM, petani, dan peternak kecil harus diserap SPPG

Baca juga: Berdaya saing global, Komisi VII DPR dukung pengembangan produk UMKM Kalteng



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026