Doku akan tingkatkan kontribusi dari UKM
Sabtu, 13 April 2013 14:46 WIB
Screen shot laman Doku. (doku.com) (Ist)
Jakarta (ANTARA News) - Layanan solusi pembayaran dalam jaringan (online)
Doku akan meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor usaha kecil
dan menengah (UKM) dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
"Pada 2012 kontribusi UKM kurang dari 10 persen dari total merchant (penjual) dan yang paling besar, sekitar 90 persen dari korporat," kata pemilik Doku dan Chief Operating Officer PT Nusa Satu Inti Atha, Nabilah Alsagoff, di Jakarta, Jumat.
Nabila mengakui layanan Doku masih terhambat jaringan Internet yang lambat.
"Kami sedang menyiapkan layanan di versi mobile serta aplikasi, kemungkinan hadir pada semester II tahun ini. Tapi ada juga pengguna yang tidak punya ponsel pintar. Kami masih mengkaji itu," kata Nabila.
Selain segmen korporat, Doku juga telah mengembangkan layanan segmen konsumen yang disebut Doku Wallet sejak 1 April bekerjasama dengan BNI.
Head of Business Develompent Doku Dhenu Wiarsandi, mengatakan Doku Wallet didukung lebih dari seratus merchant selain penambahan saldo (top-up) melalui fasilitas perbankan BNI.
"Merchant paling banyak adalah ritel dan travel, baik hotel ataupun tiket perjalanan," kata Dhenu.
Dhenu menambahkan Doku Wallet memang tidak menetapkan saldo minimal pada akun pengguna atau durasi waktu, tapi Doku akan melayangkan surat elektronik ke pengguna yang tidak aktif bertransaksi selama tiga bulan.
"Pada 2012 kontribusi UKM kurang dari 10 persen dari total merchant (penjual) dan yang paling besar, sekitar 90 persen dari korporat," kata pemilik Doku dan Chief Operating Officer PT Nusa Satu Inti Atha, Nabilah Alsagoff, di Jakarta, Jumat.
Nabila mengakui layanan Doku masih terhambat jaringan Internet yang lambat.
"Kami sedang menyiapkan layanan di versi mobile serta aplikasi, kemungkinan hadir pada semester II tahun ini. Tapi ada juga pengguna yang tidak punya ponsel pintar. Kami masih mengkaji itu," kata Nabila.
Selain segmen korporat, Doku juga telah mengembangkan layanan segmen konsumen yang disebut Doku Wallet sejak 1 April bekerjasama dengan BNI.
Head of Business Develompent Doku Dhenu Wiarsandi, mengatakan Doku Wallet didukung lebih dari seratus merchant selain penambahan saldo (top-up) melalui fasilitas perbankan BNI.
"Merchant paling banyak adalah ritel dan travel, baik hotel ataupun tiket perjalanan," kata Dhenu.
Dhenu menambahkan Doku Wallet memang tidak menetapkan saldo minimal pada akun pengguna atau durasi waktu, tapi Doku akan melayangkan surat elektronik ke pengguna yang tidak aktif bertransaksi selama tiga bulan.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Malaysia pelajari kebijakan Indonesia dalam membatasi penggunaan platform digital bagi anak
11 February 2026 17:35 WIB