Kasus Century Tak Dikubur
Minggu, 7 Juli 2013 13:15 WIB
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar), Bambang Soesatyo. (ANTARA), Istimewa
Jakarta (ANTARA
News) - Anggota Tim Pengawas Bank Century DPR Bambang Soesatyo tidak
sepakat dengan pandangan kasus Bank Century hilang begitu saja dan akan
dikubur hidup-hidup.
Sebenarnya, kata anggota Komisi III DPR RI itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengisyaratkan kepada publik bahwa aktor utama kasus Century ini terang menderang.
Pernyataan pimpinan KPK bahwa dari hasil pemeriksaan mantan Ketua KSSK yang juga mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di Amerika Serikat telah mengarah kepada tokoh tertentu yang kemudian diikuti dengan penggeledahan Bank Indonesia.
Bambang menyebut KPK sesungguhnya telah mengkonfirmasi siapa sesungguhnya tokoh itu. "Tapi memang, saya dapat memahami kalau kemudian gerak KPK melambat dan bidikan tiba-tiba berbelok hanya kepada Budi Mulia (mantan Deputi Gubernur BI)," kata dia.
Dia menduga itu terjadi karena ada faktor eksternal KPK berupa faktor psikologis dan faktor non hukum yang lebih dominan mengingat kasus ini berkaitan langsung dengan kekuasaan.
"Faktor politik dan kekhawatiran timbulnya goncangan yang mengarah kepada kondisi instabilitas tentu menjadi pertimbangan," kata Bambang.
Sebenarnya, kata anggota Komisi III DPR RI itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengisyaratkan kepada publik bahwa aktor utama kasus Century ini terang menderang.
Pernyataan pimpinan KPK bahwa dari hasil pemeriksaan mantan Ketua KSSK yang juga mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di Amerika Serikat telah mengarah kepada tokoh tertentu yang kemudian diikuti dengan penggeledahan Bank Indonesia.
Bambang menyebut KPK sesungguhnya telah mengkonfirmasi siapa sesungguhnya tokoh itu. "Tapi memang, saya dapat memahami kalau kemudian gerak KPK melambat dan bidikan tiba-tiba berbelok hanya kepada Budi Mulia (mantan Deputi Gubernur BI)," kata dia.
Dia menduga itu terjadi karena ada faktor eksternal KPK berupa faktor psikologis dan faktor non hukum yang lebih dominan mengingat kasus ini berkaitan langsung dengan kekuasaan.
"Faktor politik dan kekhawatiran timbulnya goncangan yang mengarah kepada kondisi instabilitas tentu menjadi pertimbangan," kata Bambang.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
20th Century Fox dituduh bersalah atas tewasnya pemeran pengganti 'Deadpool'
03 October 2019 17:09 WIB, 2019
Asia Sentinel beritakan SBY-Kasus Century, PD mengadu ke Dewan Pers
17 September 2018 11:54 WIB, 2018
Wow! Miliarder AS John Malone Beli Formula One Senilai Rp57,5 Triliun
08 September 2016 13:30 WIB, 2016
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Prabowo klaim efisiensi Rp308 triliun, dialihkan untuk dukung program produktif
14 February 2026 0:05 WIB
Dekat pusat ibadah, Danantara siap perluasan investasi lahan kampung haji
13 February 2026 23:57 WIB