Professor Roger Magnusson
dari Universitas Sydney's Law School dan Professor David Currow dari
Cancer Institute NSW, yang menulis pengajuan "kartu pintar", di Medical
Journal of Australia, mengatakan, sistem tersebut akan membantu
mengurangi perokok di bawah umur.
Meskipun menjual tembakau pada
anak-anak di bawah 18 tahun adalah pelanggaran di semua negara bagian di
Australia, tapi pada 2010 badan pengawas obat dan alkohol Australia
(NDSHS) menemukan 2,5 persen remaja usia 12-17 tahun menghisap rokok
tiap hari dan 1,3 persen lain merokok tapi jarang-jarang.
"Pada
lingkungan di mana hampir sepertiga penghisap tembakau adalah remaja
maka ini akan jadi sumber pasar penjualan ilegal, persyaratan bagi
pengecer untuk memverifikasi bahwa setiap rokok hanya boleh dibeli oleh
orang dewasa sudah lama terlambat," kata Magnusson.
Meski sistem
ijin merokok menggunakan KTP dapat mengurangi pembelian rokok oleh
remaja dan anak-anak, tapi pengurangan akses secara menyeluruh bagi
perokok di bawah umur merupakan hal penting.
Magnusson dan Currow mengatakan, rencana mereka itu harus diseriusi selain bisa membantu perokok berhenti merokok.
Pada sisi lain, sistem ini membantu memonitor penjualan rokok secara tidak semestinya; terutama pada remaja dan anak-anak.
Di Australia pajak rokok melonjak tinggi. Pada 2016, harga sebungkus rokok akan naik 5 dolar Australia.
Penerjemah: Ida Nurcahyani