Olahan Produk Pisang Kepok Seruyan Belum Maksimal
Jumat, 30 Januari 2015 14:53 WIB
Pisang Kepok (Istimewa)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Olahan produk berbahan dasar pisang kepok di Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah belum maksimal, usai dipanen pisang hanya dijual begitu saja kepada pembeli.
Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Jumat, mengakui bahwa belum ada upaya maksimal untuk meningkatkan nilai jual pisang menjadi berbagai olahan berbahan dasar pisang kepok, baik oleh pemerintah maupun warga.
"Kita punya produk unggulan, yaitu pisang, kenapa tidak kita coba kembangkan dengan kreativitas dari masyarakat, kalau produk itu ditingkatkan dalam bentuk olahan, pastinya akan lebih menguntungkan," katanya.
Orang nomor satu di `Bumi Gawi Hatantiring' ini mengatakan, ada banyak produk yang dapat dibuat dari pisang kepok, seperti abon jantung pisang, krispi kulit pisang, atau jus pisang.
Menurutnya, produk olahan pisang sebenarnya sangat diminati pasar, hal terbukti ketika rombongan Seruyan mengikuti kegiatan Sail Raja Ampat tahun lalu di Papua Barat, di sana Seruyan memperkenalkan olahan abon dari jantung pisang.
"Banyak yang suka. Banyak pula yang mengira abon ini dicampur daging, maka saya tegaskan abon itu terbuat dari jantung pisang, kalaupun ada campuran daging, mana mungkin harga abon ini bisa sangat terjangkau dengan harga sekitar Rp17 ribu per bungkus," katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat khususnya warga yang menekuni usaha perkebunan pisang agar dapat kreatif untuk meningkatkan nilai tambah pisang menjadi berbagai olahan.
Ia juga meminta agar instansi atau dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) mencari cara agar warga dapat mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar pisang, termasuk membantu nanti memasarkan hasil olahan tersebut.
"Dan saya sudah meminta kepada Disperindagkop untuk melakukan uji lab terkait ketahanan dari produk olahan pisang ini," katanya.
(T.KR-JWM/B/N005/N005)
Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Jumat, mengakui bahwa belum ada upaya maksimal untuk meningkatkan nilai jual pisang menjadi berbagai olahan berbahan dasar pisang kepok, baik oleh pemerintah maupun warga.
"Kita punya produk unggulan, yaitu pisang, kenapa tidak kita coba kembangkan dengan kreativitas dari masyarakat, kalau produk itu ditingkatkan dalam bentuk olahan, pastinya akan lebih menguntungkan," katanya.
Orang nomor satu di `Bumi Gawi Hatantiring' ini mengatakan, ada banyak produk yang dapat dibuat dari pisang kepok, seperti abon jantung pisang, krispi kulit pisang, atau jus pisang.
Menurutnya, produk olahan pisang sebenarnya sangat diminati pasar, hal terbukti ketika rombongan Seruyan mengikuti kegiatan Sail Raja Ampat tahun lalu di Papua Barat, di sana Seruyan memperkenalkan olahan abon dari jantung pisang.
"Banyak yang suka. Banyak pula yang mengira abon ini dicampur daging, maka saya tegaskan abon itu terbuat dari jantung pisang, kalaupun ada campuran daging, mana mungkin harga abon ini bisa sangat terjangkau dengan harga sekitar Rp17 ribu per bungkus," katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat khususnya warga yang menekuni usaha perkebunan pisang agar dapat kreatif untuk meningkatkan nilai tambah pisang menjadi berbagai olahan.
Ia juga meminta agar instansi atau dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) mencari cara agar warga dapat mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar pisang, termasuk membantu nanti memasarkan hasil olahan tersebut.
"Dan saya sudah meminta kepada Disperindagkop untuk melakukan uji lab terkait ketahanan dari produk olahan pisang ini," katanya.
(T.KR-JWM/B/N005/N005)
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot dorong DPRD Palangka Raya perkuat sinergi dan produk hukum berkualitas
08 April 2026 13:32 WIB
Hyaluronic acid dalam produk skincare bantu jaga kelembapan kulit secara efektif
05 April 2026 13:05 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025