Sampit (Antara Kalteng) - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengan, bakal menggelar kontes beduk pada malam takbir Idul Fitri 1436 Hijriah.
"Pergelaran ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dan sampai saat ini kita sudah ada empat tim yang mendaftarkan diri," kata Ketua Panitia Kontes Beduk Kabupaten Kotawaringin Timur Misyoto di Sampit, Kamis.
Ia mengatakan kontes beduk mengambil tajuk "Semarak Beduk Kontemporer dan Nada dalam Takbir" dengan rencana lokasi di kawasan Taman Kota Sampit. .
Ia mengatakan persiapan pergelaran kontes beduk sampai saat ini sudah mencapai 60 persen.
Ia mengatakan kegiatan tersebut hasil kerja sama antara PHBI, Pemkab Kotim, Karang Taruna, dan komunitas muslim Alhira Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ia memastikan kontes beduk 2015 lebih meriah ketimbang tahun sebelumnya.
"Kontes beduk tahun ini kami pastikan lebih meriah dari tahun sebelumnya karena para peserta nantinya diwajibkan membawa alat musik tambahan, seperti rebana, drum band, serta alat mudik tradisional lainnya," katanya.
Ia mengharapkan alat musik tambahan itu menghasilkan irama dan alunan beduk kontemporer yang bernuansa religius.
Misyoto mengatakan semarak beduk malam takbir sebagai media transformasi spiritual dan sosial.
"Pada intinya melalui kontes beduk di malam takbir nanti kita mengajak seluruh umat muslim Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT di `hari kemenangan`," katanya.
"Pergelaran ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dan sampai saat ini kita sudah ada empat tim yang mendaftarkan diri," kata Ketua Panitia Kontes Beduk Kabupaten Kotawaringin Timur Misyoto di Sampit, Kamis.
Ia mengatakan kontes beduk mengambil tajuk "Semarak Beduk Kontemporer dan Nada dalam Takbir" dengan rencana lokasi di kawasan Taman Kota Sampit. .
Ia mengatakan persiapan pergelaran kontes beduk sampai saat ini sudah mencapai 60 persen.
Ia mengatakan kegiatan tersebut hasil kerja sama antara PHBI, Pemkab Kotim, Karang Taruna, dan komunitas muslim Alhira Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ia memastikan kontes beduk 2015 lebih meriah ketimbang tahun sebelumnya.
"Kontes beduk tahun ini kami pastikan lebih meriah dari tahun sebelumnya karena para peserta nantinya diwajibkan membawa alat musik tambahan, seperti rebana, drum band, serta alat mudik tradisional lainnya," katanya.
Ia mengharapkan alat musik tambahan itu menghasilkan irama dan alunan beduk kontemporer yang bernuansa religius.
Misyoto mengatakan semarak beduk malam takbir sebagai media transformasi spiritual dan sosial.
"Pada intinya melalui kontes beduk di malam takbir nanti kita mengajak seluruh umat muslim Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT di `hari kemenangan`," katanya.