6.857 rumah di Barito Utara tak layak huni
Rabu, 16 Mei 2018 6:12 WIB
Sekda Barito Utara Jainal Abidin bersama pejabat setempat usai sosialisasi pelaksanaan bantuan stimulan perumahan swadaya di Muara Teweh, Selasa. (Foto Diskominfosandi Barut)
Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Sebanyak 6.857 rumah tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tergolong tidak layak huni.
"Hal itu sesuai data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) melalui E-RTLH," kata Sekretaris Daerah Pemkab Barito Utara (Barut) Jainal Abidin pada sosialisasi pelaksanaan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2018 di Muara Teweh, Selasa.
Menurut Jainal, kondisi ini merupakan tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menghadapi peningkatan kualitas perumahan.
Besarnya kebutuhan akan kelayakan tempat tinggal atau rumah layak huni (RLH) yang dihadapi pada saat ini khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).
"Kita harapkan ribuan rumah tak layak ini secara bertahap dapat diperbaiki oleh pemerintah," kata Jainal.
Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Barito Utara Yaser Arapat mengatakan dengan adannya sosialisasi ini dapat meningkatkan pendataan rumah yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni di Kabupaten Barito Utara.
"Kami berupaya semua rumah tak layak huni ini dapat diperbaiki dengan menggunakan dana pemerintah daerah maupun pusat," ujar Yaser.
Kegiatan sosialisasi ini dengan narasumber diantaranya dari Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT), penyediaan perumahan dan konsultan Provinsi Kalteng serta seluruh peserta sosialisasi.
"Hal itu sesuai data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) melalui E-RTLH," kata Sekretaris Daerah Pemkab Barito Utara (Barut) Jainal Abidin pada sosialisasi pelaksanaan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2018 di Muara Teweh, Selasa.
Menurut Jainal, kondisi ini merupakan tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menghadapi peningkatan kualitas perumahan.
Besarnya kebutuhan akan kelayakan tempat tinggal atau rumah layak huni (RLH) yang dihadapi pada saat ini khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).
"Kita harapkan ribuan rumah tak layak ini secara bertahap dapat diperbaiki oleh pemerintah," kata Jainal.
Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Barito Utara Yaser Arapat mengatakan dengan adannya sosialisasi ini dapat meningkatkan pendataan rumah yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni di Kabupaten Barito Utara.
"Kami berupaya semua rumah tak layak huni ini dapat diperbaiki dengan menggunakan dana pemerintah daerah maupun pusat," ujar Yaser.
Kegiatan sosialisasi ini dengan narasumber diantaranya dari Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT), penyediaan perumahan dan konsultan Provinsi Kalteng serta seluruh peserta sosialisasi.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kamar romantis ala Swiss-Belhotel Danum, miliki kenangan tak terlupakan bersama pasangan
06 May 2026 15:46 WIB
Koperasi di Gunung Mas tunjukkan perkembangan signifikan, tak lagi bergantung plasma
22 April 2026 16:33 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Muncul akun WA palsu catut nama pejabat Barito Utara, masyarakat diminta waspada
07 May 2026 21:24 WIB