Game ini bisa bantu anak putus sekolah
Rabu, 29 Agustus 2018 13:19 WIB
Ilustrasi (www.lensaindonesia.com) (Istimewa)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Antusiasme masyarakat dalam menggunakan ponsel dalam kegiatan sehari-hari disambut baik organisasi nirlaba Solve Education! untuk membuat game agar kegiatan belajar menjadi hal yang menyenangkan terutama bagi anak-anak yang putus sekolah.
“Ketika anak putus sekolah masuk usia kerja, belum tentu kualitas hidup mereka membaik,” kata Direktur Pendidikan dan Pengembangan Solve Education!, Talitha Amalia, saat berbincang dengan media di Jakarta, Selasa.
Yayasan Teknologi Untuk Indonesia atau Solve Education! fokus memberikan kesempatan belajar kembali kepada anak-anak yang putus sekolah, terutama yang dilatarbelakangi masalah finansial. Yayasan ini menghadapi salah satu tantangan berat untuk mengajak kembali anak-anak ini kembali belajar, yakni motivasi yang menurun apalagi jika dia sudah bisa mencari uang sendiri.
Kecenderungan orang mengakses ponsel membuat mereka tergerak membuat game mobile pendidikan, berisi tingkatan pembelajaran dan keterampilan yang sekiranya dibutuhkan di dunia kerja, yang dikemas dalam simulasi membangun kota, “Dawn of Civilization”.
Dibantu sekitar 100 anak putus sekolah di Bandung dan Jakarta, Solve Education! merancang game ini dalam bahasa Inggris agar remaja putus sekolah dapat mengasah kemampuan mereka dalam memahami bahasa asing.
Bukan hanya belajar lewat game, Solve Education! mengembangkan permainan ini agar terkoneksi dengan platform lain buatan mereka, Solve Employment!. Begitu pemain mencapai tingkatan tertentu di game Dawn of Civilization, mereka dapat bergabung dengan platform Employment.
Platform ini terhubung dengan sejumlah perusahaan berbasis teknologi yang dapat memberikan mereka pekerjaan, misalnya berkaitan dengan membuat indeks, label atau layanan pelanggan. Penilaian terhadap pemain dilihat melalui keterampilan-keterampilan yang menjadi nilai ukuran di game tersebut.
Game ini diluncurkan sejak akhir tahun lalu, hingga saat ini sudah diunduh sekitar seribu kali di platform Android.
“Ketika anak putus sekolah masuk usia kerja, belum tentu kualitas hidup mereka membaik,” kata Direktur Pendidikan dan Pengembangan Solve Education!, Talitha Amalia, saat berbincang dengan media di Jakarta, Selasa.
Yayasan Teknologi Untuk Indonesia atau Solve Education! fokus memberikan kesempatan belajar kembali kepada anak-anak yang putus sekolah, terutama yang dilatarbelakangi masalah finansial. Yayasan ini menghadapi salah satu tantangan berat untuk mengajak kembali anak-anak ini kembali belajar, yakni motivasi yang menurun apalagi jika dia sudah bisa mencari uang sendiri.
Kecenderungan orang mengakses ponsel membuat mereka tergerak membuat game mobile pendidikan, berisi tingkatan pembelajaran dan keterampilan yang sekiranya dibutuhkan di dunia kerja, yang dikemas dalam simulasi membangun kota, “Dawn of Civilization”.
Dibantu sekitar 100 anak putus sekolah di Bandung dan Jakarta, Solve Education! merancang game ini dalam bahasa Inggris agar remaja putus sekolah dapat mengasah kemampuan mereka dalam memahami bahasa asing.
Bukan hanya belajar lewat game, Solve Education! mengembangkan permainan ini agar terkoneksi dengan platform lain buatan mereka, Solve Employment!. Begitu pemain mencapai tingkatan tertentu di game Dawn of Civilization, mereka dapat bergabung dengan platform Employment.
Platform ini terhubung dengan sejumlah perusahaan berbasis teknologi yang dapat memberikan mereka pekerjaan, misalnya berkaitan dengan membuat indeks, label atau layanan pelanggan. Penilaian terhadap pemain dilihat melalui keterampilan-keterampilan yang menjadi nilai ukuran di game tersebut.
Game ini diluncurkan sejak akhir tahun lalu, hingga saat ini sudah diunduh sekitar seribu kali di platform Android.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kalteng jalankan program sekolah gratis berbasis Kartu Huma Betang
09 February 2026 15:03 WIB
Pembelajaran sekolah di Kalteng makin nyaman berkat program revitalisasi pendidikan
03 February 2026 14:10 WIB
SMP Negeri 11 Palangka Raya jadi sekolah rujukan Google ke-5 perkuat literasi digital
01 February 2026 16:50 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB
Malaysia pelajari kebijakan Indonesia dalam membatasi penggunaan platform digital bagi anak
11 February 2026 17:35 WIB