Berikan pertolongan pertama saat denyut jantung sangat cepat
Kamis, 6 September 2018 11:09 WIB
Ilustrasi jantung (foto: thinkstock)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Terkadang denyut jantung sangat cepat (di atas 100 kali per menit) seseorang alami walau tanpa sebab pasti dan ini bisa saja merupakan gangguan irama jantung.
Spesialis jantung sub spesialis aritmia dari RS Jantung dan Pembuluh Darah, Harapan Kita, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K) menyarankan sembari mencari pertolongan medis ada beberapa upaya sederhana untuk mengatasinya sementara.
"Kalau denyut cepat dan tak mengancam jiwa bisa taruh kain berisi es di leher atau membasuh muka dengan air es untuk menghentikan sirkuit," tutur dia di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Kenali rasa nyeri pertanda masalah jantung
Baca juga: Hati-hati! Serangan jantung datang dari varises
Selain itu, tutup kedua lubang hidung sambil menahan napas beberapa detik. Kendati begitu, menurut Yoga cara ini hanya menawarkan tingkat keberhasilan sekitar 40 persen.
Namun, saat debaran jantung bersamaan dengan penurunan kesadaran, sebaiknya bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
"Umumnya, kalau berdebar disertai penurunan kesadaran harus ke rumah sakit," kata Yoga.
Dia menyarankan orang-orang melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh minimal sekali dalam setahun, sebagai deteksi dini bila ada masalah dalam kesehatannya terutama di organ jantung.
"Per tahun lakukan pemeriksaan fisik. Kalau kardiovaslular baik, setahun sekali cukup. Kalau ada kelainan, interval pemeriksaan berikutnya lebih singkat, enam bulan sekali," pungkas dia.
Baca juga: Khasiat buah semangka bagi kesehatan tubuh
Baca juga: Makanan ini bisa menangkal masalah jantung
Baca juga: Suka minuman bersoda? ini dampak buruknya
Spesialis jantung sub spesialis aritmia dari RS Jantung dan Pembuluh Darah, Harapan Kita, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K) menyarankan sembari mencari pertolongan medis ada beberapa upaya sederhana untuk mengatasinya sementara.
"Kalau denyut cepat dan tak mengancam jiwa bisa taruh kain berisi es di leher atau membasuh muka dengan air es untuk menghentikan sirkuit," tutur dia di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Kenali rasa nyeri pertanda masalah jantung
Baca juga: Hati-hati! Serangan jantung datang dari varises
Selain itu, tutup kedua lubang hidung sambil menahan napas beberapa detik. Kendati begitu, menurut Yoga cara ini hanya menawarkan tingkat keberhasilan sekitar 40 persen.
Namun, saat debaran jantung bersamaan dengan penurunan kesadaran, sebaiknya bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
"Umumnya, kalau berdebar disertai penurunan kesadaran harus ke rumah sakit," kata Yoga.
Dia menyarankan orang-orang melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh minimal sekali dalam setahun, sebagai deteksi dini bila ada masalah dalam kesehatannya terutama di organ jantung.
"Per tahun lakukan pemeriksaan fisik. Kalau kardiovaslular baik, setahun sekali cukup. Kalau ada kelainan, interval pemeriksaan berikutnya lebih singkat, enam bulan sekali," pungkas dia.
Baca juga: Khasiat buah semangka bagi kesehatan tubuh
Baca juga: Makanan ini bisa menangkal masalah jantung
Baca juga: Suka minuman bersoda? ini dampak buruknya
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Suplemen kesehatan jantung yang perlu dihindari menurut rekomendasi para ahli
22 February 2026 22:25 WIB
Salmon panggang dan sayuran hijau jadi menu makan malam terbaik untuk jantung
11 December 2025 17:56 WIB
Kunjungi RSUD Doris Sylvanus, Wamenkes prioritaskan dokter jantung seluruh daerah di Kalteng
10 December 2025 21:42 WIB
Ahli ungkap teknik pertolongan pertama untuk penanganan darurat henti jantung
10 December 2025 13:06 WIB