Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Buat yang punya keturunan diabetes, entah itu kakek atau nenek, mungkin Anda jadi lebih was-was terhadap penyakit mematikan yang satu ini. Apalagi banyak yang bilang bahwa biasanya penyakit diabetes diturunkan dari kakek nenek ke cucunya, melompati generasi orangtua.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, memang ada gen khusus yang bisa jadi pencetus diabetes. Namun, punya gen tersebut bukanlah jaminan seratus persen bahwa Anda pasti akan kena diabetes. “Kombinasi dengan gen-gen tertentu baru akan muncul sebagai diabetes,” ungkap dr. Dante. Maksudnya begini, punya satu jenis gen rentan diabetes saja, tidak akan membuat Anda otomatis kena diabetes. Kalau gen tersebut bercampur dengan gen rentan diabetes lainnya, barulah Anda berisiko tinggi.

Supaya lebih mudah dipahami, dr. Dante memberi contoh bahwa ayah Anda punya diabetes, sementara ibu tidak. Itu berarti Anda punya satu jenis gen (misalnya gen A) yang membuat Anda lebih rentan kena diabetes. Kemudian Anda menikah dan punya anak. Ibu mertua Anda punya diabetes, sementara ayah mertua tidak. Artinya pasangan Anda juga punya satu jenis gen (misalnya gen B) yang membuatnya rentan sakit diabetes.

Anda dan pasangan akhirnya sama-sama punya “gen keturunan diabetes” yang diwariskan dari orangtua masing-masing, tetapi gen tersebut tidak cukup kuat untuk memunculkan diabetes pada Anda atau pasangan. Nah, ketika “gen diabetes” Anda dan pasangan (gen A dan gen B) bertemu kemudian diturunkan ke anak Anda berdua, maka anak Anda kemungkinan mendapatkan kombinasi dua “gen keturunan diabetes” dari Anda dan pasangan. Inilah yang membuat putra-putri Anda jadi lebih rentan terhadap diabetes daripada Anda dan pasangan.

“Faktor kawin inilah yang akan memperparah gen diabetes, sehingga keturunan kita nantinya pasti lebih tinggi risikonya,” tutup dr. Dante. Jadi meskipun memang bukan harga mati, seorang cucu yang kakek dan neneknya dari kedua sisi sama-sama punya diabetes mungkin lebih berisiko mewarisi penyakit tersebut.


sumber:hellosehat