Benarkah batuk bisa atasi serangan jantung?
Jumat, 9 November 2018 11:23 WIB
Ilustrasi batuk (Foto: Thinkstock)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Mungkin ada dari Anda yang pernah mendengar bahwa membuat batuk diri seseorang bisa membantunya berhenti mengalami serangan jantung? Apakah langkah ini efektif dilakukan?
"Kadang-kadang, serangan jantung salah satu komplikasinya aritmia--gangguan irama jantung. Batuk bisa merangsang refleks detak jantung normal lagi. Tetapi keberhasilannya rendah," kata Spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSPI Puri Indah, dr. Johan Winata, Sp.JP (K), FIHA di Jakarta, Selasa.
Menurut Johan, saat Anda menyadari orang di dekat Anda terkena serangan jantung, sebaiknya bawa dia ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan pihak medis.
"Ada serangan langsung bawa ke rumah sakit. Lebih baik kita mengira ini penyakit jantung walau ternyata bukan. Sebaiknya cegah diri agar jangan sampai sakit jantung," ujar dia.
Seseorang yang menderita serangan jantung umumnya mengalami gejala seperti bekeringat dingin, mual, muntah dan pucat.
"Kena serangan, nyeri dada 15 menit berhenti. Kurang dari tiga jam beri obat agar efeknua minimal, tidak menjadi gagal jantung, risiko kematian lebih rendah," tutur Johan.
Baca juga: Kenali rasa nyeri dada akibat sakit jantung
Baca juga: Aktivitas fisik yang perlu dilakukan penderita penyakit jantung
Baca juga: Sehatkan jantung dengan 'superfood' ini
"Kadang-kadang, serangan jantung salah satu komplikasinya aritmia--gangguan irama jantung. Batuk bisa merangsang refleks detak jantung normal lagi. Tetapi keberhasilannya rendah," kata Spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSPI Puri Indah, dr. Johan Winata, Sp.JP (K), FIHA di Jakarta, Selasa.
Menurut Johan, saat Anda menyadari orang di dekat Anda terkena serangan jantung, sebaiknya bawa dia ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan pihak medis.
"Ada serangan langsung bawa ke rumah sakit. Lebih baik kita mengira ini penyakit jantung walau ternyata bukan. Sebaiknya cegah diri agar jangan sampai sakit jantung," ujar dia.
Seseorang yang menderita serangan jantung umumnya mengalami gejala seperti bekeringat dingin, mual, muntah dan pucat.
"Kena serangan, nyeri dada 15 menit berhenti. Kurang dari tiga jam beri obat agar efeknua minimal, tidak menjadi gagal jantung, risiko kematian lebih rendah," tutur Johan.
Baca juga: Kenali rasa nyeri dada akibat sakit jantung
Baca juga: Aktivitas fisik yang perlu dilakukan penderita penyakit jantung
Baca juga: Sehatkan jantung dengan 'superfood' ini
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Salmon panggang dan sayuran hijau jadi menu makan malam terbaik untuk jantung
11 December 2025 17:56 WIB
Kunjungi RSUD Doris Sylvanus, Wamenkes prioritaskan dokter jantung seluruh daerah di Kalteng
10 December 2025 21:42 WIB
Ahli ungkap teknik pertolongan pertama untuk penanganan darurat henti jantung
10 December 2025 13:06 WIB
Ahli ungkap pengendalian LDL-C bisa mencegah komplikasi jantung dan stroke
09 December 2025 20:34 WIB