Ini hal yang pengaruhi terbentuknya kepribadian remaja
Selasa, 13 November 2018 10:20 WIB
Ilustrasi Orang tua dan Anak Remaja. (pasadenaisd.org)
Jakarta (Antaranews Kalteng) – Usia remaja merupakan masa berkembangnya seorang manusia sebelum menemukan identitas diri menuju usia dewasa, yang terbentuk melalui dua hal yakni "self image" dan "self esteem".
Dokter kesehatan Jiwa Anak dan Remaja dr. Fransiska Kaligis, Sp.KJ (K) mengungkapkan remaja melihat dirinya sendiri, kemudian bereksperimen dengan melihat orang lain yang sesuai dengan dirinya.
"Karakter remaja ini dipengaruhi oleh self image, bagaimana dia merasakan dirinya, apakah positif atau negatif? Kemudian ada pula self esteem, yang merujuk pada remaja mengevaluasi dirinya, misalnya saya pintar, saya jelek, dan lain sebagainya,” terang Fransiska dalam seminar Mental Health Among Youth di Jakarta, Jumat.
Remaja yang memiliki self image positif, sambungnya, memiliki ciri, seperti senang bertemu dengan orang baru, tidak khawatir dengan penilaian orang lain, berani mengekspresikan diri, hingga memiliki pikiran "Saya berpikir saya sanggup".
"Berbeda dengan remaja dengan self image negatif. Remaja ini tidak percaya dirinya sendiri, melihat bahwa sekitarnya itu menjelekkan dirinya, sulit memaafkan, takut untuk menunjukkan kreativitasnya, hingga mereka berpikir, ’Saya tidak dapat melakukannya’,” ungkap dia.
Dokter kejiwaan dari Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Departemen Psikiatri FKUI-RSCM itu memberikan saran bagaimana membangun self image pada remaja.
"Menjadi diri sendiri, melakukan apa yang menjadi minatnya, cukup istirahat dan bersantai, menghitung berkat setiap hari, menuliskan kekuatan dan kelemahan, memiliki komunitas yang memberikan kekuatan positif," sebut dia.
Demikian pula dengan meningkatan self esteem seorang remaja, dokter yang berpratik di RSCM ini menunjukkan caranya, yakni bersama dengan orang yang memerlakukan diri remaja itu baik, menerima bahwa segala sesuatu tidak berjalan sempurna, lebih fokus pada sesuatu yang positif dibanding negatif, memberi dan menolong.
"Lakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari atau tiga kali seminggu. Sebab, hal tersebut dapat membangun kepercayaan diri dan kemampuan sosial, meningkatkan konsentrasi, menjaga berat badan, meningkatkan kualitas tidur dan perasaan baik dalam diri," pungkas dr. Siska.
Dokter kesehatan Jiwa Anak dan Remaja dr. Fransiska Kaligis, Sp.KJ (K) mengungkapkan remaja melihat dirinya sendiri, kemudian bereksperimen dengan melihat orang lain yang sesuai dengan dirinya.
"Karakter remaja ini dipengaruhi oleh self image, bagaimana dia merasakan dirinya, apakah positif atau negatif? Kemudian ada pula self esteem, yang merujuk pada remaja mengevaluasi dirinya, misalnya saya pintar, saya jelek, dan lain sebagainya,” terang Fransiska dalam seminar Mental Health Among Youth di Jakarta, Jumat.
Remaja yang memiliki self image positif, sambungnya, memiliki ciri, seperti senang bertemu dengan orang baru, tidak khawatir dengan penilaian orang lain, berani mengekspresikan diri, hingga memiliki pikiran "Saya berpikir saya sanggup".
"Berbeda dengan remaja dengan self image negatif. Remaja ini tidak percaya dirinya sendiri, melihat bahwa sekitarnya itu menjelekkan dirinya, sulit memaafkan, takut untuk menunjukkan kreativitasnya, hingga mereka berpikir, ’Saya tidak dapat melakukannya’,” ungkap dia.
Dokter kejiwaan dari Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Departemen Psikiatri FKUI-RSCM itu memberikan saran bagaimana membangun self image pada remaja.
"Menjadi diri sendiri, melakukan apa yang menjadi minatnya, cukup istirahat dan bersantai, menghitung berkat setiap hari, menuliskan kekuatan dan kelemahan, memiliki komunitas yang memberikan kekuatan positif," sebut dia.
Demikian pula dengan meningkatan self esteem seorang remaja, dokter yang berpratik di RSCM ini menunjukkan caranya, yakni bersama dengan orang yang memerlakukan diri remaja itu baik, menerima bahwa segala sesuatu tidak berjalan sempurna, lebih fokus pada sesuatu yang positif dibanding negatif, memberi dan menolong.
"Lakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari atau tiga kali seminggu. Sebab, hal tersebut dapat membangun kepercayaan diri dan kemampuan sosial, meningkatkan konsentrasi, menjaga berat badan, meningkatkan kualitas tidur dan perasaan baik dalam diri," pungkas dr. Siska.
Pewarta : Anggarini Paramita
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini fakta psikologis dan kesehatan di balik kebiasaan duduk goyangkan kaki
04 December 2023 7:45 WIB, 2023
Berikut ragam macam warna rambut yang sesuai dengan berbagai kepribadian
11 October 2023 13:53 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kemenpar dorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung lewat strategi promosi
14 May 2026 21:27 WIB