Bupati Sukamara: PGRI jadikan wadah perjuangan guru
Jumat, 23 November 2018 17:32 WIB
Bupati Sukamara H Windu Subagio (kanan) saat menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Ketua PGRI sukamara Arief di Halaman SMAN-1 Sukamara, Jumat (23/11/18). (Foto Antara Kalteng/Gusti Jainal).
Sukamara (Antaranews Kalteng) - Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah H Windu Subagio berharap Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) harus menjadi wadah untuk memperjuangkan berbagai kepentingan baik dalam silaturahmi maupun memperjuangkan aspirasi gurunya.
"Jadikan PGRI sebagai rumah besar guru, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam memperjuangkan aspirasi, tempat saling bertumbuh dan berbagi, tempat silaturahmi membangun dan menyebarkan kebaikan," kata Windu usai memimpin apel Hari PGRI ke 73 di Halaman SMAN-1 Sukamara, Jumat
Windu mengatakan, peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan sekarang harus menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial, karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin.
Windu juga mengatakan membangun pendidikan yang berkualitas bukan hanya tugas seorang pendidik dalam hal ini guru, namun, tugas tersebut menjadi tanggungjawab semua pihak, baik itu pemerintah, pendidik atau guru dan orang tua serta masyarakat luas.
"Kita harus bahu membahu sehingga pendidikan di Kabupaten Sukamara ini semakin baik kualitas maupun kuantitas, apalagi pemerintah menandai revolusi industri 4.0 (generasi keempat) khususnya di bidang pendidikan," kata Windu
"Jadikan PGRI sebagai rumah besar guru, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam memperjuangkan aspirasi, tempat saling bertumbuh dan berbagi, tempat silaturahmi membangun dan menyebarkan kebaikan," kata Windu usai memimpin apel Hari PGRI ke 73 di Halaman SMAN-1 Sukamara, Jumat
Windu mengatakan, peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan sekarang harus menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial, karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin.
Windu juga mengatakan membangun pendidikan yang berkualitas bukan hanya tugas seorang pendidik dalam hal ini guru, namun, tugas tersebut menjadi tanggungjawab semua pihak, baik itu pemerintah, pendidik atau guru dan orang tua serta masyarakat luas.
"Kita harus bahu membahu sehingga pendidikan di Kabupaten Sukamara ini semakin baik kualitas maupun kuantitas, apalagi pemerintah menandai revolusi industri 4.0 (generasi keempat) khususnya di bidang pendidikan," kata Windu
Pewarta : Gusti Jainal Abidin
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kakanwil: Pembangunan tembok upaya penguatan sistem keamanan di Lapas Sukamara
05 February 2026 21:27 WIB
Bupati Sukamara hadiri syukuran laut dan resmikan bus DAMRI trayek Sukamara-Jelai
01 February 2026 10:06 WIB
TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
12 December 2025 6:41 WIB
Terpopuler - Sukamara
Lihat Juga
Kakanwil: Pembangunan tembok upaya penguatan sistem keamanan di Lapas Sukamara
05 February 2026 21:27 WIB
Bupati Sukamara hadiri syukuran laut dan resmikan bus DAMRI trayek Sukamara-Jelai
01 February 2026 10:06 WIB
Pemkab Sukamara dukung riset Ekspedisi Patriot perkuat basis data pembangunan
03 December 2025 7:42 WIB