Sukamara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi padi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara Dwi Harsini di Sukamara, Kamis, mengatakan pada tahun 2025 para petani menghadapi sejumlah kendala.
“Selain banjir, juga serangan hama keong yang cukup parah, sehingga target produksi padi tidak mampu terpenuhi seperti yang diharapkan,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Sukamara melalui anggaran perubahan tahun 2025 telah menyalurkan bantuan racun keong sebanyak 3.300 kilogram kepada setiap gabungan kelompok tani (gapoktan).
Bantuan tersebut diberikan untuk mengendalikan hama keong agar musim tanam Okmar atau Oktober 2025–Maret 2026) dapat berjalan optimal.
“Alhamdulillah, saat ini sudah banyak petani yang menanam padi, bahkan sebagian sudah ada yang panen. Kemungkinan akan ada panen kembali pada Maret mendatang,” jelasnya.
Baca juga: Pemkab Sukamara tetap siapkan lahan sekalipun telah swasembada pangan
Ia menambahkan, dukungan dari pemerintah cukup membantu petani lokal dalam meningkatkan produksi padi pada tahun 2026.
Ke depan, pihaknya juga berencana memberikan bantuan tambahan berupa hewan unggas, khususnya bebek dewasa, sebagai upaya alami dalam mengendalikan hama keong.
“Rencana tahun 2026, kami akan kembali memberikan bantuan unggas kepada petani, namun bukan anakan bebek melainkan yang sudah dewasa. Jika masih anakan, justru berpotensi mendatangkan hama baru seperti biawak,” tuturnya.
Diharap pada 2026 hasil produksi padi petani dapat mencapai target yang diharapkan, sekaligus menjadi stimulan bagi petani muda untuk ikut terjun ke sektor pertanian.
Baca juga: TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
Baca juga: Ketua TP PKK Kalteng dorong pembinaan enam SPM di Sukamara
Baca juga: Gubernur Kalteng berharap Sukamara mampu jadi pengekspor udang vaname
