
Sudah dua desa di Kotim minta bantuan pasokan air bersih

Sampit (ANTARA) - Kesulitan air bersih masih melanda wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bahkan sudah ada dua desa yang meminta bantuan pasokan air bersih.
"Hari ini kami berangkatkan lima mobil tangki air bersih ke Desa Regei Lestari. Pengajuan permintaan ini sebanyak 20 ribu liter, tetapi kami siapkan 22 ribu liter," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Jumat.
Kamis kemarin BPBD Kotawaringin Timur memasok air bersih 22.000 liter ke Desa Bagendang Permai Kecamatan Mentaya Hilir Utara atas permintaan masyarakat melalui surat resmi yang ditandatangani ketua RT, kepala desa dan camat setempat.
Jumat pagi, BPBD Kotawaringin Timur memasok air bersih sebanyak 22.000 liter untuk masyarakat Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit. Pasokan air bersih ini didasarkan atas permintaan resmi melalui surat yang ditandatangani Camat Teluk Sampit Rida Iswandi.
Permintaan itu disampaikan setelah memerhatikan sebanyak 77 kepala keluarga di Desa Regei Lestari yang kesulitan air bersih. Warga tersebut bukan pelanggan air bersih Perumdam Tirta Mentaya Sampit.
Baca juga: Festival Mangaruhi jadi media kampanye perikanan ramah lingkungan
Berkurangnya intensitas dan curah hujan dalam dua pekan terakhir, menandai mulai masuknya musim kemarau. Selain kebakaran lahan yang mulai terjadi, kini masyarakat di sejumlah lokasi mulai dihadapkan pada sulitnya mendapatkan air bersih.
Saat ini kesulitan air bersih mulai dirasakan masyarakat di wilayah selatan, khususnya di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan. Hal ini terjadi karena sumur kering dan air sungai mulai payau atau berasa asin akibat intrusi air laut yang masuk ke alur Sungai Mentaya.
Sebenarnya pemerintah daerah sudah memperluas instalasi air bersih melalui Perumdam Tirta Mentaya hingga ke Desa Parebok KecamatanTeluk Sampit. Namun tidak semua warga yang berlangganan air bersih dari perusahaan milik daerah tersebut, sehingga mereka kesulitan air bersih saat kemarau.
"Tadi malam kami komunikasi dengan Camat Teluk Sampit, daerah Ujung Pandaran ada hujan, tetapi cuma sebentar saja. Mudah-mudahan kesulitan air bersih dan karhutla ini segera berlalu," demikian Multazam.
Baca juga: DPRD sambut baik kembalinya Lion Air di Bandara Haji Asan Sampit
Baca juga: DPRD Kotim dorong penyelesaian kisruh perkara pupuk bersubsidi di Lampuyang
Baca juga: DPRD Kotim minta pemkab terus perjuangkan nasib SDM pemerintahan
Pewarta : Norjani
Editor:
Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
