
BPBD Pulang Pisau ingatkan pancaroba berpotensi bencana hidrometeorologi

Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Herman Wibowo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Tekson mengingatkan, Februari sampai dengan minggu pertama Maret diperkirakan menghadapi pancaroba atau peralihan musim yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
"Bencana hidrometeorologi tersebut dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti suhu udara yang panas, hujan dengan intensitas sangat tinggi serta angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba," kata Tekson di Pulang Pisau, Kamis.
Menurutnya, kondisi ini merupakan dampak dari peralihan menuju musim kemarau yang menyebabkan perubahan arus angin dan ketidakstabilan cuaca. Ia menjelaskan ancaman utama yang dihadapi Kabupaten setempat untuk sementara waktu adalah bencana hidrometeorologi.
"Sering kali setelah hujan turun kondisi kembali kering pada sore hari yang menunjukkan adanya gejolak suhu permukaan bumi," jelasnya.
Ia menambahkan terdapat potensi gelombang tinggi di wilayah perairan laut yaitu di pesisir selatan terdapat empat desa yang perlu menjadi perhatian, yaitu Desa Bakau dan Desa Hambawang di Kecamatan Sebangau Kuala serta Desa Kiapak dan Desa Cemantan di Kecamatan Kahayan Kuala.
"Wilayah-wilayah tersebut secara rutin menjadi sasaran himbauan kewaspadaan dari BPBD," terangnya.
Baca juga: Satu tahun kepemimpinan Rifa'i-Jayadi, persoalan infrastruktur masih menjadi prioritas
Wilayah Utara, terangnya, seperti Kecamatan Banama Tingang dan Kecamatan Kahayan Tengah potensi bencana yang terjadi berupa banjir dengan sifat fluktuatif atau naik-turun. Kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi curah hujan di wilayah hulu, khususnya Kabupaten Gunung Mas.
"Hujan lebat berpotensi terdampak banjir kiriman dalam kurun waktu satu minggu atau dua hingga tiga hari kemudian," ungkapnya.
Ia mengungkapkan wilayah pesisir selatan Kabupaten Pulang Pisau meliputi Kecamatan Kahayan Hilir, Pandih Batu, Maliku, Sebangau dan Kahayan Kuala berpotensi mengalami banjir rob. Banjir ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang dikombinasikan dengan aliran air dari hulu sehingga berdampak langsung pada masyarakat di kawasan pesisir.
"Kondisi tersebut menjadi isu yang kerap terjadi setiap tahunnya," tambahnya.
BPBD mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah pesisir agar selalu mencermati kondisi dan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas.
Masyarakat diharapkan tidak mengambil risiko, terutama saat beraktivitas di ladang atau sektor pertanian apabila kondisi cuaca menunjukkan potensi hujan lebat dan angin kencang.
BPBD juga mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya akibat angin kencang dengan menghindari aktivitas di sekitar pohon besar atau bangunan tinggi yang berisiko tumbang dan membahayakan keselamatan.
Baca juga: Dinsos Pulang Pisau dampingi penanganan tiga kasus pelecehan anak
Baca juga: Dinkes Pulang Pisau layani CKG pengunjung Pasar Ramadhan
Baca juga: Warga Pulang Pisau berebut sembako murah persiapan hadapi Ramadhan
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
