Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Sukamara tetap siapkan lahan sekalipun telah swasembada pangan

Rabu, 7 Januari 2026 17:17 WIB
Image Print
Suasana jajaran Pemkab Murung Raya mengikuti panen raya secara virtual di Aula Kantor Bupati Sukamara. Rabu (07/01). Foto Antara/Donefrid Lalang.

Sukamara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara, Kalimantan Tengah, tetap menyediakan lahan untuk cetak sawah baru sekalipun Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan swasembada pangan nasional pada tahun 2025 telah terpenuhi.

Kesiapan lahan tersebut disampaikan Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sukamara Yopi Yudistira saat mengikuti kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan Nasional secara virtual di Aula Kantor Bupati Sukamara, Rabu.

"Kita bersyukur bahwa swasembada pangan nasional telah terpenuhi. Karena itu, kita harus meningkatkan lagi, terutama untuk wilayah Sukamara yang kita cintai ini," singkat dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskeptan) Sukamara Dwi Harsini menambahkan, pihaknya telah menyiapkan lahan untuk membantu memenuhi ketahanan pangan di wilayah setempat sesuai dengan program dari Bapak Presiden RI.

"Untuk wilayah kita sendiri, sebenarnya komoditas padi memang terbilang masih jauh dari kata cukup. Karena masih terdapat beberapa kendala seperti hama dan banjir yang melanda," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap pada 2026 ini wilayah Sukamara sudah bisa memenuhi komoditas padi dan mencapai target yang diharapkan. Apalagi pada tahun 2025 lalu kabupaten ini juga mendapatkan program cetak sawah rakyat (CSR).

"Kita juga dapat program CSR untuk wilayah ini dengan luasan sekitar 962 hektar yang disediakan di Desa Sungai Pasir, Desa Pulau Nibung dan Desa Sungai Baru," beber dia.

Akan tetapi, lanjut Dwi, karena program tersebut sudah mendekati akhir tahun 2025, sehingga di RPATA oleh pihak kementerian baru akan dimulai pada Januari hingga Maret 2026. Namun, yang akan diolah lahan terlebih dahulu yakni di Desa Sungai Pasir dengan luasan sekitar 300 hektar lebih.

Baca juga: Ketua TP PKK Kalteng dorong pembinaan enam SPM di Sukamara

"Mengapa pada tahap awal ini di Desa Sungai Pasir, karena hasil survei dari tim kita bersama pihak kementerian ketika melihat kondisi, lokasi, sosial budaya dan sosial masyarakatnya maka direkomendasikan lah wilayah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, untuk Desa Pulau Nibung dan Desa Sungai Baru akan dilakukan pada tahap kedua. Karena masih menunggu transmigrasi di kedua desa tersebut selesai terlebih dahulu.

"Di Desa Sungai Pasir ini juga sudah ada petaninya dan lahan sawah juga ada ada sebagiannya. Jadi, hanya membutuhkan perluasan saja untuk program CSR ini. Harapannya, ini bisa menjadi titik balik yang baik bagi wilayah kita dalam swasembada pangan 2026 ini," demikian Dwi.

Baca juga: Gubernur Kalteng berharap Sukamara mampu jadi pengekspor udang vaname

Baca juga: Pemkab Sukamara dukung riset Ekspedisi Patriot perkuat basis data pembangunan

Baca juga: Bupati tinjau perkembangan proyek transmigrasi di Sukamara



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026