Benarkah lemak perut bisa 'memakan' protein dalam otak?
Jumat, 25 Januari 2019 13:21 WIB
Ilustrasi otak manusia. (Foto: Shutterstock)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Lemak perut berlebih bisa membuat hati "memakan" protein tertentu dalam otak, demikian menurut studi terkini yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports.
Hati dan hipokampus--bagian otak yang berperan penting dalam proses peleburan informasi dan memori-- sama-sama membutuhkan protein yang disebut PPARalpha.
Hati menggunakan PPARalpha untuk membakar lemak perut. Sementara hipokampus menggunakan PPARalpha untuk proses memori.
Menurut para peneliti, hati orang dengan banyak lemak perut harus bekerja lebih lama untuk mengolah lemak dan menggunakan semua PPARalpha.
Baca juga: Kurangi lemak hati dengan batasi konsumsi minuman berpemanis
Pertama hati akan menguras cadangan PPRalpha lokal dan kemudian menyerbu seluruh tubuh termasuk otak, demikian menurut hasil studi yang dilansir laman LiveScience.
Menurut para peneliti, proses ini pada hakekatnya membuat hipokampus "lapar" PPARalpha sehingga menghambat proses memori dan pembelajaran.
Tim peneliti dari Rush University Medical Center di Chicago yang dipimpin oleh profesor ilmu syaraf Kalipada Pahan membesarkan tikus yang kekurangan PPARalpha.
Beberapa tikus memiliki PPARalpha hati normal tetapi kehilangan PPARalpha pada otak dan kemampuan belajar serta memorinya buruk.
Sementara beberapa tikus memiliki PPARalpha normal pada otak tetapi tidak pada hati dan memperlihatkan ingatan yang normal seperti yang diharapkan.
Baca juga: Lemak yang bisa berkembang jadi kanker
Saat peneliti menyuntikkan PPARalpha ke pada tikus yang kekurangan PPARalpha hipokampus, kemampuan memori dan belajar mereka membaik, kata Pahan.
Hasil penelitian itu menjelaskan hubungan antara kelebihan lemak perut dengan kehilangan ingatan dan demensia--gangguan fungsi otak seperti memori dan kemampuan menyelesaikan masalah--.
"Penelitian lanjutan harus dilakukan untuk melihat bagaimana kita bisa menjaga PPARalpha normal (pada otak manusia) untuk melawan kehilangan ingatan," papar Pahan pada LiveScience.
PPARalpha memberikan jalan baru untuk mencari pengobatan atau penyembuhan penyakit Alzheimer, demesia, dan penyakit hilang ingatan lainnya serta masalah-masalah kognisi, kata Pahan.
Namun mengurangi lemak perut juga tidak menyakitkan dan bisa melawan gangguan memori dan hilang ingatan.
Baca juga: Benarkah lemak dalam tubuh pengaruhi ukuran otak manusia?
Baca juga: Ini jenis lemak yang bisa lembutkan dan menutrisi kulit
Hati dan hipokampus--bagian otak yang berperan penting dalam proses peleburan informasi dan memori-- sama-sama membutuhkan protein yang disebut PPARalpha.
Hati menggunakan PPARalpha untuk membakar lemak perut. Sementara hipokampus menggunakan PPARalpha untuk proses memori.
Menurut para peneliti, hati orang dengan banyak lemak perut harus bekerja lebih lama untuk mengolah lemak dan menggunakan semua PPARalpha.
Baca juga: Kurangi lemak hati dengan batasi konsumsi minuman berpemanis
Pertama hati akan menguras cadangan PPRalpha lokal dan kemudian menyerbu seluruh tubuh termasuk otak, demikian menurut hasil studi yang dilansir laman LiveScience.
Menurut para peneliti, proses ini pada hakekatnya membuat hipokampus "lapar" PPARalpha sehingga menghambat proses memori dan pembelajaran.
Tim peneliti dari Rush University Medical Center di Chicago yang dipimpin oleh profesor ilmu syaraf Kalipada Pahan membesarkan tikus yang kekurangan PPARalpha.
Beberapa tikus memiliki PPARalpha hati normal tetapi kehilangan PPARalpha pada otak dan kemampuan belajar serta memorinya buruk.
Sementara beberapa tikus memiliki PPARalpha normal pada otak tetapi tidak pada hati dan memperlihatkan ingatan yang normal seperti yang diharapkan.
Baca juga: Lemak yang bisa berkembang jadi kanker
Saat peneliti menyuntikkan PPARalpha ke pada tikus yang kekurangan PPARalpha hipokampus, kemampuan memori dan belajar mereka membaik, kata Pahan.
Hasil penelitian itu menjelaskan hubungan antara kelebihan lemak perut dengan kehilangan ingatan dan demensia--gangguan fungsi otak seperti memori dan kemampuan menyelesaikan masalah--.
"Penelitian lanjutan harus dilakukan untuk melihat bagaimana kita bisa menjaga PPARalpha normal (pada otak manusia) untuk melawan kehilangan ingatan," papar Pahan pada LiveScience.
PPARalpha memberikan jalan baru untuk mencari pengobatan atau penyembuhan penyakit Alzheimer, demesia, dan penyakit hilang ingatan lainnya serta masalah-masalah kognisi, kata Pahan.
Namun mengurangi lemak perut juga tidak menyakitkan dan bisa melawan gangguan memori dan hilang ingatan.
Baca juga: Benarkah lemak dalam tubuh pengaruhi ukuran otak manusia?
Baca juga: Ini jenis lemak yang bisa lembutkan dan menutrisi kulit
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang turis Amerika ditemukan tewas di dalam perut hiu di Pulau Reong
10 October 2024 13:41 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Ashanty dijadwalkan jalani ujian doktor terbuka di Universitas Airlangga pada Rabu ini
13 May 2026 10:51 WIB
Jisoo BLACKPINK dan tim manajemen dituduh abaikan perawatan baju pinjaman desainer
13 May 2026 10:36 WIB
Kemitraan pertahanan siber strategis krusial dalam memperkuat ketahanan digital
12 May 2026 18:59 WIB