Peran penting omega 3 dan 6 untuk pertumbuhan anak
Minggu, 24 Februari 2019 9:10 WIB
Ilustrasi, (Istimewa)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Pada 1.000 hari pertama kehidupan anak (HPK) sangat ditentukan oleh nutrisi, stimulasi dan faktor lingkungan. Selama masa ini, ada komposisi gizi yang sangat penting untuk proses tumbuh kembang, misalnya asam lemak esensial.
Asam lemak esensial mencakup golongan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) yang terdiri atas Omega-3 dan Omega-6 serta asam lemak tak jenuh tunggal berupa Omega-9.
Spesialis anak dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) menjelaskan asam lemak esensial berfungsi untuk perkembangan sel, perkembangan fungsi otak dan saraf, produksi hormone-like substances, respon imun, dan reaksi radang.
"Tanda-tanda anak kekurangan asam lemak esensial antara lain kulit dan rambut kering, kulit kasar hingga berketombe karena kulit begitu kering, mata kering," ujar dr. Bernie dalam diskusi "Kekurangan Omega-3 Pengaruhi Intelegensia Anak" di Jakarta, Jumat.
Tak hanya secara fisik, kekurangan asam lemak esensial juga akan berpengaruh pada atensi dan perilaku anak, misalnya gangguan perhatian, gangguan konsentrasi, gangguan kognitif, sering rewel, moody dan mudah emosi.
Makanan yang mengandung asam lemak esensial pun mudah di temukan di Indonesia seperti ikan lele, ikan kembung, ikan sardin, ikan lemuru, tempe, tahu, seafood dan susu yang difortifikasi.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat – Fakultas Ekologi Manusia IPB mengatakan bahwa makanan yang mengandung sumber Omega-3 lebih cepat rusak nutrisinya.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar tidak mengolahnya menggunakan suhu yang tinggi.
"Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda, yang mudah rusak akibat pemanasan. Kalau digoreng jangan berulang-ulang. Lebih baik dikukus, ditumis atau dibuat makanan berkuah," kata Prof. Ahmad.
Asam lemak esensial mencakup golongan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) yang terdiri atas Omega-3 dan Omega-6 serta asam lemak tak jenuh tunggal berupa Omega-9.
Spesialis anak dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) menjelaskan asam lemak esensial berfungsi untuk perkembangan sel, perkembangan fungsi otak dan saraf, produksi hormone-like substances, respon imun, dan reaksi radang.
"Tanda-tanda anak kekurangan asam lemak esensial antara lain kulit dan rambut kering, kulit kasar hingga berketombe karena kulit begitu kering, mata kering," ujar dr. Bernie dalam diskusi "Kekurangan Omega-3 Pengaruhi Intelegensia Anak" di Jakarta, Jumat.
Tak hanya secara fisik, kekurangan asam lemak esensial juga akan berpengaruh pada atensi dan perilaku anak, misalnya gangguan perhatian, gangguan konsentrasi, gangguan kognitif, sering rewel, moody dan mudah emosi.
Makanan yang mengandung asam lemak esensial pun mudah di temukan di Indonesia seperti ikan lele, ikan kembung, ikan sardin, ikan lemuru, tempe, tahu, seafood dan susu yang difortifikasi.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat – Fakultas Ekologi Manusia IPB mengatakan bahwa makanan yang mengandung sumber Omega-3 lebih cepat rusak nutrisinya.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar tidak mengolahnya menggunakan suhu yang tinggi.
"Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda, yang mudah rusak akibat pemanasan. Kalau digoreng jangan berulang-ulang. Lebih baik dikukus, ditumis atau dibuat makanan berkuah," kata Prof. Ahmad.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Ketua I DPRD Murung Raya dorong peran partai dalam pembangunan daerah
04 February 2026 16:59 WIB
Pemkab Barut tekankan peran TBBR dalam pelestarian adat dan pembangunan daerah
26 January 2026 16:28 WIB