Ketum PSI diingatkan tak serang partai lain
Rabu, 13 Maret 2019 22:38 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Jerry Massie mengingatkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie untuk tidak menyerang partai lain yang notabenenya sama-sama partai nasionalis.
"Saya pun mengecam aksi persekusi ini. PSI tetap pertahankan partai nasionalis tanpa membawa partai lain," kata Jerry, di Jakarta, Rabu.
Ketua Umum PSI Grace Natalie di Medan, Senin (11/3) menyebut partai yang dipimpinnya berbeda dengan partai nasionalis lain yang menurutnya lebih banyak diam terkait dengan kasus-kasus intoleransi dan diskriminasi belakangan ini.
Grace dalam pidatonya menyatakan hanya PSI yang peduli ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan. Juga ketika nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Katolik ditolak massa.
"Bagi saya berikanlah statement yang menyejukan, Grace sebagai ketum harus belajar menahan diri dengan pernyataan kontroversial," katanya.
Menurut dia, PSI jangan menarik isu pribadi ke ranah pilpres. Kalau PSI bikin yang baik tidak usah dibilang pasti masyarakat akan bersimpati tanpa menuding yang lain.
"Memang politik feminisme kerap perasaan yang besar ketimbang rasional yang jalan. Kalau sebagai nasionalis saya salut tapi komunikasi politik perlu diasah lagi," katanya.
Ia berharap PSI tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bikin blunder karena bisa berimbas kepada tingkat elektoral Capres Jokowi.
"Saya pun mengecam aksi persekusi ini. PSI tetap pertahankan partai nasionalis tanpa membawa partai lain," kata Jerry, di Jakarta, Rabu.
Ketua Umum PSI Grace Natalie di Medan, Senin (11/3) menyebut partai yang dipimpinnya berbeda dengan partai nasionalis lain yang menurutnya lebih banyak diam terkait dengan kasus-kasus intoleransi dan diskriminasi belakangan ini.
Grace dalam pidatonya menyatakan hanya PSI yang peduli ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan. Juga ketika nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Katolik ditolak massa.
"Bagi saya berikanlah statement yang menyejukan, Grace sebagai ketum harus belajar menahan diri dengan pernyataan kontroversial," katanya.
Menurut dia, PSI jangan menarik isu pribadi ke ranah pilpres. Kalau PSI bikin yang baik tidak usah dibilang pasti masyarakat akan bersimpati tanpa menuding yang lain.
"Memang politik feminisme kerap perasaan yang besar ketimbang rasional yang jalan. Kalau sebagai nasionalis saya salut tapi komunikasi politik perlu diasah lagi," katanya.
Ia berharap PSI tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bikin blunder karena bisa berimbas kepada tingkat elektoral Capres Jokowi.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keputusan finansial dapat diambil dan berpengaruh dengan kesehatan mental
02 December 2025 21:15 WIB
Ahli bagikan kiat untuk ambil keputusan finansial dengan teknik "S-T-O-P"
02 December 2025 21:08 WIB
Ahli ungkap pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dimulai dari keluarga
04 November 2025 18:32 WIB
Dian Sandi dari PSI hadir di Polda Metro Jaya, siap buka-bukaan soal ijazah Jokowi
19 May 2025 17:49 WIB
Pengakuan Felicia Tissue yang diminta Kaesang untuk menggugurkan kandungannya hoaks!
02 January 2025 15:43 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Fantastis! Rp214 miliar disita dalam kasus korupsi lahan transmigrasi Kaltim
26 March 2026 22:13 WIB