BKKBN-Pemprov Kalteng kolaborasi berantas stunting
Minggu, 7 Juli 2019 14:39 WIB
Sekda Kalteng Fakhrizal Fitri (lima kanan) dan Plt Kepala BKKBN Kalteng Styawati Kusumawijaya (dua kanan) saat acara puncak Harganas di Provinsi Kalimantan Selatan. Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika
Palangka Raya (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan kolaborasi program kerja guna memberantas stunting di daerah setempat.
"Melalui momen Harganas tahun ini kami bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun keluarga yang semakin sejahtera dan berkualitas termasuk salah satunya terkait isu stunting," Plt Kepala BKKBN Kalteng Satyawati Kusumawijaya di Banjarbaru, Sabtu.
Saat ini diantara program intervensi yang dilakukan BKKBN Kalteng untuk mengatasi stunting seperti sosialisasi, 'workshop' termasuk mengintensifkan koordinasi dan singkronisasi program dengan pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota.
"Sesuai yang dikatakan bapak sekda bahwa stunting hgarus diatasi dan dilakukan intervensi oleh semua pihak," kata Satyawati pada acara puncak Harganas XXVI 2019 yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fakhrizal Fitri di lokasi yang sama mengatakan isu stunting menjadi sangat penting untuk segera diselesaikan di Kalteng.
Sekda Kalteng Fakhrizal Fitri (tengah) dan Plt Kepala BKKBN Kalteng Styawati Kusumawijaya (pertama kanan) saat acara puncak Harganas di Provinsi Kalimantan Selatan. Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika
"Apalagi Kalteng masuk dalam lima besar tingkat Nasional terkait penderita stunting. Untuk itu kami akan meningkatkan kolaborasi program dengan BKKBN serta pihak terkait lainnya," katanya.
Berbagai upaya pendanaan program untuk menurunkan angka stunting pun akan diupayakan baik melalui APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota maupun memanfaatkan dana CSR sektor swasta.
"Hali ini kami lakukan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dan sejahtera. Seperti yang disampaikan dalam peringatan Harganas yang disampaikan ibu Puan yakni mewujudkan keluarga yang "sakinah, mawaddah dan warohmah'," katanya.
Dia menambahkan, keluarga berkualitas dan sejahtera juga akan mampu menciptakan generasi muda berkaranter dan berdaya saing yang akan mampu membangun daerah dan bangsa.
"Keluarga adalah tempat berlabuh dan saling berbagi kasih sayang di tingkat paling dalam. Selain itu juga garda terdepan dan proses awal dalam membentuk karakter bangsa," katanya.
Fakhrizal pun berharap keluarga di Kalimantan Tengah semakin sejaktera dan berkualitas sehingga mampu mewujudkan perannya membentuk generasi muda berkarakter dan cerdas serta berdaya saing.
"Melalui momen Harganas tahun ini kami bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun keluarga yang semakin sejahtera dan berkualitas termasuk salah satunya terkait isu stunting," Plt Kepala BKKBN Kalteng Satyawati Kusumawijaya di Banjarbaru, Sabtu.
Saat ini diantara program intervensi yang dilakukan BKKBN Kalteng untuk mengatasi stunting seperti sosialisasi, 'workshop' termasuk mengintensifkan koordinasi dan singkronisasi program dengan pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota.
"Sesuai yang dikatakan bapak sekda bahwa stunting hgarus diatasi dan dilakukan intervensi oleh semua pihak," kata Satyawati pada acara puncak Harganas XXVI 2019 yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fakhrizal Fitri di lokasi yang sama mengatakan isu stunting menjadi sangat penting untuk segera diselesaikan di Kalteng.
Sekda Kalteng Fakhrizal Fitri (tengah) dan Plt Kepala BKKBN Kalteng Styawati Kusumawijaya (pertama kanan) saat acara puncak Harganas di Provinsi Kalimantan Selatan. Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika
"Apalagi Kalteng masuk dalam lima besar tingkat Nasional terkait penderita stunting. Untuk itu kami akan meningkatkan kolaborasi program dengan BKKBN serta pihak terkait lainnya," katanya.
Berbagai upaya pendanaan program untuk menurunkan angka stunting pun akan diupayakan baik melalui APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota maupun memanfaatkan dana CSR sektor swasta.
"Hali ini kami lakukan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dan sejahtera. Seperti yang disampaikan dalam peringatan Harganas yang disampaikan ibu Puan yakni mewujudkan keluarga yang "sakinah, mawaddah dan warohmah'," katanya.
Dia menambahkan, keluarga berkualitas dan sejahtera juga akan mampu menciptakan generasi muda berkaranter dan berdaya saing yang akan mampu membangun daerah dan bangsa.
"Keluarga adalah tempat berlabuh dan saling berbagi kasih sayang di tingkat paling dalam. Selain itu juga garda terdepan dan proses awal dalam membentuk karakter bangsa," katanya.
Fakhrizal pun berharap keluarga di Kalimantan Tengah semakin sejaktera dan berkualitas sehingga mampu mewujudkan perannya membentuk generasi muda berkarakter dan cerdas serta berdaya saing.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB