Palangka Raya (ANTARA) - Selain dari peradangan karena kenaikan asam lambung, maag yang diawali oleh gastritis kronis juga bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti:

1. Infeksi bakteri
Infeksi dari bakteri Heliobacter pylori (H. pylori) bisa menyebabkan peradangan pada lapisan lambung. Secara bertahap, kondisi ini bisa membuat sel-sel lambung meradang dan rusak.

2. Konsumsi obat tertentu dalam jangka waktu lama
Penggunaan obat golongan NSAID secara rutin, berulang, bahkan dengan dosisi tinggi ternyata dapat memicu terjadinya gastritis kronis.

NSAID adalah obat non-steroid anti-inflamasi yang biasanya dipakai untuk membantu menghilangkan nyeri. Contoh obat NSAID meliputi aspirin dan ibuprofen atau naproxen.

3. Cairan empedu masuk ke dalam lambung
Maag kronis yang disebabkan oleh gastritis juga bisa terjadi karena ada cairan empedu yang masuk ke dalam lambung. Kondisi ini dikenal sebagai refluks empedu.

Baca juga: Amankah konsumsi obat maag saat puasa?

4. Reaksi autoimun
Di samping dari beberapa penyebab sebelumnya, reaksi autoimun juga bisa menimbulkan maag kronis yang diawali oleh gastritis. Kondisi ini diawali oleh respon autoimun tubuh menyebabkan peradangan di dinding mukosa lambung.

Akibatnya sel-sel penghasil mukosa dan pelindung dinding lambung menjadi rusak. Sel-sel tersebut salah satunya adalah sel parietal yang mana berfungsi untuk penyerapan vitamin B12.

Oleh karena itu, reaksi autoimun ini mengakibatkan gangguan terhadap penyerapan B12. Tubuh akan mengalami anemia akibat kekurangan B12 yang disebut anemia pernisiosa.

Namun, kasus ini memang tidak sebanyak beberapa penyebab sebelumnya. Reaksi autoimun ini dikenal juga sebagai gastritis kronis tipe A. Selain itu, jika Anda mengalami reaksi autoimun jenis ini, tidak menutup kemungkinan Anda juga mengalami autoimun jenis lain seperti autoimun tiroiditis, penyakit addison atau diabetes tipe 1.

Baca juga: Makan pedas sebabkan penyakit maag, mitos atau fakta?

Setelah diketahui secara pasti kalau maag kronis ini berasal dari gastritis, Anda bisa menentukan obat untuk mengatasinya.
Pilihan obat maag kronis untuk meringankan gejala

Gastritis kronis yang bisa mengarah pada maag tidak selalu menimbulkan gejala yang spesifik. Namun, beberapa orang biasanya mengeluhkan perut kembung, mual, muntah, sendawa terus-menerus, nafsu makan menurun, berat badan turun, hingga sakit pada bagian atas perut.

Meskipun perkembangannya terjadi secara bertahap, tapi tidak menutup kemungkinan kalau maag kronis akibat gastritis ini bisa berkembang lebih parah. Itu sebabnya, pengobatan harus segera dilakukan guna mencegah keparahan kondisi maag tersebut.

Nah, pengobatan untuk kasus maag kronis karena gastritis ini biasanya disesuaikan kembali berdasarkan penyebabnya. Selain menghentikan segala penyebabnya, pemberian pengobatan yang tepat juga akan semakin menghentikan kekambuhan kondisinya.

Misalnya jika maag kronis disebabkan oleh konsumsi obat NSAID atau alkohol yang berlebihan dalam jangka waktu lama, sebaiknya segera hentikan konsumsinya. Hal tersebut tentu juga harus disertai dengan konsumsi obat yang tepat.

Baca juga: Minuman asam yang aman bagi penderita maag

Berikut pilihan obat-obatan untuk membantu memulihkan gejala maag kronis karena gastritis sesuai penyebab:

1. Antasida
Obat maag kronis pertama yang sekaligus akan mengatasi gastritis kronis yaitu antasida. Contohnya seperti Rolaids® dan Tums® yang bisa dibeli dengan bebas di apotek.

Obat antasida bekerja dengan cara menetralkan kadar asam berlebih di dalam lambung. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda guna mendapatkan aturan konsumsi yang tepat dari obat antasida.

Perhatikan, terlalu banyak minum obat antasida, bahkan di luar dosis yang ditentukan, berisiko memperbesar timbulnya efek samping. Meliputi diare, sembelit (konstipasi, kram perut, maupun masalah pada ginjal.

2. H-2 receptor blockers
Obat h-2 receptor blockers adalah kelompok obat antihistamin yang bisa membantu menurunkan produksi asam pada lambung. Contohnya yakni ranitidine (Zantac®).

Jika dibandingkan obat antasida, obat h-2 receptor blocker diyakini tak kalah baik untuk memulihkan maag kronis akibat gastritis. Pasalnya, kerja obat h-2 receptor blocker bisa bertahan di dalam tubuh untuk rentang waktu tertentu.

Alhasil, keluhan maag kronis yang Anda alami pun dapat diredakan lebih lama. Jika obat antasida dapat diperoleh dengan bebas, obat H-2 receptor blockers bisa Anda beli di apotek maupun melalui resep dokter.

Patuhi aturan minum obat h-2 receptor blocker sesuai dengan petunjuk dari apoteker atau dokter Anda.

Baca juga: Kenali perbedaan sakit perut maag dengan tipes

3. Proton pomp inhibitors (PPI)
Obat PPI adalah obat pereda maag kronis akibat gastritis yang bisa dibeli bebas untuk dosis yang agak rendah, atau dengan resep dokter untuk dosis yang lebih kuat. Obat PPI biasanya memiliki dosis yang jauh lebih kuat daripada kedua obat sebelumnya.

Obat PPI bekerja dengan cara menurunkan produksi asam yang dihasilkan oleh lambung. Contoh obat ini seperti omeprazole (Prilosec®) dan lansoprazole (Prevacid 24 HR®) untuk dosis rendahnya.

Sementara untuk dosis yang lebih kuat, hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Patuhi aturan minum obat PPI sesuai dengan petunjuk dari apoteker atau dokter Anda.

4. Antibiotik
Obat antibiotik untuk mengatasi gastritis ini bertujuan guna membunuh bakteri H. pylori, yang hanya bisa diberikan oleh dokter. Contohnya kombinasi dari antiobiotik seperti klaritromisin (Biaxin) dan amoksisilin (Amoxil, Augmentin, atau lainny) atau metronidazol (Flagyl) untuk membunuh bakteri.

Obat antibiotik ini bukan ditujukan langsung untuk mengobati maag kronis. Melainkan untuk mengatasi gastritis kronis, yang nantinya berpengaruh terhadap gejala maag. Pemberian antibiotik bisa dikombinasikan bersama dengan obat PPI guna mempercepat penyembuhan.

5. Suplemen
Sampai saat ini, belum ada pengobatan untuk kasus maag kronis akibat gastritis yang disebabkan oleh reaksi autoimun.

Akan tetapi, kekurangan vitamin B12 yang memicu munculnya kondisi tersebut dapat diobati dengan pemberian suplemen tambahan. Entah dalam bentuk tablet, suntikan, maupun infus.

Selain dengan rutin minum jenis obat-obatan tersebut sesuai dosis yang dianjurkan, Anda juga disarankan untuk menghindari minum obat aspirin. Ini karena aspirin dapat semakin memperparah kondisi iritasi pada lambung.

Pengobatan untuk gastritis kronis yang menyebabkan maag ini memang waktu cukup lama. Namun, jangan sampai tidak diobati sama sekali. Sebab hal tersebut bukan hanya bisa membuat penyakit tidak kunjung sembuh, tapi juga semakin memperparah kondisinya.

Baca juga: Tips cegah maag kambuh dengan mudah
Baca juga: Redakan sakit maag dengan makan buah berikut
Baca juga: Benarkan ukuran lambung berubah sesuai pola makan?

sumber:hellosehat

Pewarta : -
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024