DLH nilai perkembangan bank sampah di Kalteng cukup baik
Selasa, 23 Juli 2019 14:10 WIB
Ilustrasi, Bank Sampah (Istimewa)
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah menilai, pertumbuhan serta perkembangan bank sampah yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota sudah cukup baik.
"Berdasarkan pendataan yang kami lakukan, hingga saat ini sudah ada sekitar 30 bank sampah di Kalteng," kata Pelaksana Tugas Kepala DLH Kalteng Norliani di Palangka Raya, Selasa.
Bank sampah merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah dan kemudian disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah, maupun tempat pengepul sampah.
Pihaknya pun sudah melakukan kunjungan secara langsung dan melihat aktivitas sejumlah bank sampah, meskipun diakui belum seluruhnya sudah didatangi. Dari kunjungan itu, pihaknya bisa mengetahui perkembangan maupun kendala yang dihadapi pihak pengelola.
Berdasarkan koordinasi dengan para pengelola, umumnya mereka memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang ingin agar pemerintah daerah bisa memberikan bantuan berupa dana insentif, namun ada pula yang menginginkan sejumlah peralatan pendukung, misalnya mesin pres sampah.
"Berbagai usulan itu pun coba kami tampung dan nantinya dianggarkan untuk diberikan bantuan sesuai kebutuhan, sehingga aktivitas mereka di lapangan bisa lebih maksimal dan membantu pemerintah menangani masalah sampah," jelasnya kepada Antara Kalteng.
Norliani menyebut, pihaknya terus mendorong pertumbuhan bank sampah di setiap daerah, karena banyak dampak positif yang didapat. Mulai dari membantu pemerintah mengatasi permasalahan sampah, hingga memberikan keuntungan materiil bagi para pelakunya.
Saat ini banyak bank sampah di Kalteng yang telah berjalan dan memiliki sejumlah usaha. Seperti di Kabupaten Kotawaringin Barat, ada bank sampah yang sudah mampu membuat batako dengan memanfaatkan sampah yang mereka pilah.
Kemudian ada pula bank sampah di Palangka Raya yang saat ini memiliki proyek percontohan, yaitu menyebarkan sebanyak 100 tempat sampah kepada kepala keluarga. Pada tempat itu akan diisi oleh sampah sisa makanan yang kemudian diproses hingga bisa dijual kepada peternak.
"Ada pula yang fokus mengumpulkan sampah anorganik, yakni dalam satu minggunya setelah terkumpul hingga satu truk, barulah diserahkan kepada pengepul dan kemudian disalurkan ke wilayah Jawa," tuturnya.
"Berdasarkan pendataan yang kami lakukan, hingga saat ini sudah ada sekitar 30 bank sampah di Kalteng," kata Pelaksana Tugas Kepala DLH Kalteng Norliani di Palangka Raya, Selasa.
Bank sampah merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah dan kemudian disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah, maupun tempat pengepul sampah.
Pihaknya pun sudah melakukan kunjungan secara langsung dan melihat aktivitas sejumlah bank sampah, meskipun diakui belum seluruhnya sudah didatangi. Dari kunjungan itu, pihaknya bisa mengetahui perkembangan maupun kendala yang dihadapi pihak pengelola.
Berdasarkan koordinasi dengan para pengelola, umumnya mereka memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang ingin agar pemerintah daerah bisa memberikan bantuan berupa dana insentif, namun ada pula yang menginginkan sejumlah peralatan pendukung, misalnya mesin pres sampah.
"Berbagai usulan itu pun coba kami tampung dan nantinya dianggarkan untuk diberikan bantuan sesuai kebutuhan, sehingga aktivitas mereka di lapangan bisa lebih maksimal dan membantu pemerintah menangani masalah sampah," jelasnya kepada Antara Kalteng.
Norliani menyebut, pihaknya terus mendorong pertumbuhan bank sampah di setiap daerah, karena banyak dampak positif yang didapat. Mulai dari membantu pemerintah mengatasi permasalahan sampah, hingga memberikan keuntungan materiil bagi para pelakunya.
Saat ini banyak bank sampah di Kalteng yang telah berjalan dan memiliki sejumlah usaha. Seperti di Kabupaten Kotawaringin Barat, ada bank sampah yang sudah mampu membuat batako dengan memanfaatkan sampah yang mereka pilah.
Kemudian ada pula bank sampah di Palangka Raya yang saat ini memiliki proyek percontohan, yaitu menyebarkan sebanyak 100 tempat sampah kepada kepala keluarga. Pada tempat itu akan diisi oleh sampah sisa makanan yang kemudian diproses hingga bisa dijual kepada peternak.
"Ada pula yang fokus mengumpulkan sampah anorganik, yakni dalam satu minggunya setelah terkumpul hingga satu truk, barulah diserahkan kepada pengepul dan kemudian disalurkan ke wilayah Jawa," tuturnya.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Gumas anggarkan Rp2 miliar untuk pemasangan rangka Jembatan Sei Manyoi
04 March 2026 14:56 WIB
Muslih gantikan Johny Tangkere lanjutkan estafet kepemimpinan di DKUKMPP Kotim
02 March 2026 14:51 WIB
Shalahuddin: Rujab bukan sekadar bangunan dinas, tapi rumah besar penguat iman dan kebersamaan
01 March 2026 21:00 WIB
Harmoni Disdagperin dan MES Kalteng saat Ramadhan bangun perekonomian daerah
27 February 2026 18:49 WIB
Disnakertrans Kotim ingatkan perusahaan bayar THR paling lambat H-7 Lebaran
27 February 2026 15:57 WIB
Pemkab Barut komitmen pengadaan tanah Jembatan Lahei transparan dan berkeadilan
26 February 2026 21:38 WIB
Dinas PUPR dan Kejari Barut bersinergi pendampingan hukum 18 paket pekerjaan
26 February 2026 20:46 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Kanwil Kemenkum Kalteng perkuat sentra KI dan sinergi strategis Perguruan Tinggi
04 March 2026 16:10 WIB
Pemprov Kalteng pastikan bantuan pendidikan tetap ada saat efisiensi anggaran
03 March 2026 10:36 WIB