
Peluang usaha perikanan di Kotim sangat menjanjikan

Sampit (ANTARA) - Peluang usaha sektor perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai masih sangat menjanjikan lantaran tingginya permintaan untuk konsumsi masyarakat.
"Untuk memenuhi permintaan pasar di Sampit saja kurang. Selama ini, berapa pun panen, selalu habis diserap pasar," kata Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Alam Salju Sejahtera, Muhammad Haris di Sampit, Kamis.
Haris dan rekan-rekannya mulai menggeluti budidaya ikan patin sejak 2006 lalu. Setelah melalui berbagai tantangan, kini usaha tersebut berbuah hasil yang menggembirakan.
Dalam sekali panen, Pokdakan Alam Salju Sejahtera mampu menghasilkan sekitar 800 kilogram ikan patin. Dalam setahun, hasil panen pokdakan yang beranggotakan 20 orang ini bisa mencapai 90 ton.
Mereka memilih membudidayakan ikan patin karena dirasa lebih mudah dibanding ikan jenis lainnya. Dengan jual Rp21.000 per kilogram, maka omzet mereka berkisar Rpp1.890.000.000 setiap tahun.
Haris mengakui peluang sektor perikanan di Kotawaringin Timur masih sangat menjanjikan. Apalagi, permintaan terus meningkat seiring terus bertambahnya jumlah penduduk.
Baca juga: DPRD Kotim imbau tunda umrah imbas konflik di Timur Tengah
"Pembeli yang langsung datang, jadi kami tidak perlu repot. Ini baru untuk pasaran di Kotawaringin Timur sendiri. Kita belum bicara pangsa pasar luar daerah karena sekarang ini saja ikannya saja yang kurang. Berapapun hasil panen kami, pasti dibeli mereka," ucap Haris.
Saat ini setiap anggota memiliki satu sampai tujuh kolam ikan patin. Anggota Pokdakan Alam Salju Sejahtera berkeinginan meningkatkan produksi dengan menambah kolam ikan karena lahan masih tersedia.
Hanya, mereka masih terkendala terbatasnya modal, khususnya untuk mendatangkan alat berat. Selama ini mereka harus merogoh kocek membayar sewa alat berat Rp650 ribu per jam ketika membersihkan atau membuat kolam yang habis panen maupun untuk membuat kolam baru.
"Peluangnya masih menjanjikan. Kalau kami dibantu alat berat itu saja, sudah sangat membantu. Permintaan masih tinggi," demikian Haris.
Pengelola Kesehatan Ikan (Polkeskan) Ahli Muda Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, Fahrul Jainal Ilmi mengatakan peluang di sektor perikanan masih terbuka lebar. Untuk itulah Dinas Perikanan berupaya terus mendorong peningkatan produksi, di antaranya melalui berbagai bantuan seperti pakan, bibit, maupun kolam bioflok.
Dinas Perikanan juga sudah mengoperasikan pabrik pakan ikan. Ini merupakan salah satu upaya membantu pembudidaya perikanan agar bisa mendapatkan harga pakan lebih murah dibanding di pasaran.
"Pokdakan Alam Salju Sejahtera ini memang sudah maju, makanya mereka sering kami percaya menjadi narasumber pelatihan budidaya perikanan. Pakan pun mereka sudah memproduksi sendiri," demikian Fahrul.
Baca juga: Polres dan PWI Kotim perkuat sinergi menjaga kamtibmas
Baca juga: Anggota DPRD Kotim beberkan dua alasan Sungai Mentaya harus segera dikeruk
Baca juga: Legislator Kotim desak polisi perketat keamanan sikapi peningkatan kriminalitas
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
