
Pemkab Kotim gencarkan Budikdamber dukung ketahanan pangan

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah gencar mengajak masyarakat membudidayakan ikan dengan cara budi daya ikan dalam ember atau Budikdamber karena mudah dan sangat bermanfaat.
"Ini bisa dilakukan di mana saja sehingga diharapkan berdampak pula dengan meningkatnya kegiatan ekonomi pelaku usaha masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Bupati Halikinnor di Sampit, Minggu.
Pekan lalu, Dinas Perikanan secara resmi meluncurkan Program Budikdamber. Program ini akan dioptimalkan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan besar yang berkomitmen siap membantu dalam penyediaan sarana yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.
Sebagai percontohan, Dinas Perikanan memelihara ikan lele pada puluhan ember besar. Sementara pada bagian tutupnya ditanami sayuran dengan sistem hidroponik memanfaatkan air kotoran ikan sebagai nutrisi bagi kelangsungan sayuran tersebut. Dengan begitu, selain panen ikan, nantinya juga akan panen sayuran.
Halikinnor mengapresiasi langkah yang dijalankan Dinas Perikanan. Program budikdamber menjadi salah satu wujud nyata inovasi yang sederhana, namun penuh manfaat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan ekonomi keluarga.
"Saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa manfaatkan sumber daya perairan dengan sebaik-baiknya agar tetap lestari berkelanjutan. Budikdamber ini juga menjadi potensi yang bisa kita optimalkan," demikian Halikinnor.
Baca juga: Legislator Kotim dorong pemkab lebih gencar perjuangkan DBH
Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, Ahmad Sarwo Oboi mengatakan, pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen harus bergandengan tangan, bersinergi, dan berkolaborasi.
Terciptanya kebersamaan dapat mewujudkan Kotawaringin Timur Harati (cerdas), daerah yang maju, bermartabat, dan penuh keberkahan. Untuk itu pula pihaknya menandatangani perjanjian kesepakatan kerja sama dengan perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit.
Melalui budikdamber, pemerintah daerah ingin mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan protein ikan secara mandiri, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
"Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas," demikian Sarwo Oboi.
Baca juga: SPMB online di Kotim diperluas ke tingkat SD
Baca juga: Kadisdik Kotim optimalkan kolaborasi untuk pelaksanaan program lebih efektif
Baca juga: Hujan deras dua hari belum mampu padamkan kebakaran gambut di Kotim
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
