
Diskan Kotim bentuk BLUD untuk kemandirian sektor perikanan

Sampit (ANTARA) - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) guna mewujudkan kemandirian operasional sentra perikanan yang berlokasi di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
“Alhamdulillah pada 2026 ini Diskan Kotim sudah memiliki BLUD, beberapa jenis usahanya yaitu pabrik pakan, pabrik es dan pengelolaan pelabuhan yang berada di sentra perikanan di Sei Ijum Raya, termasuk penjualan bibit-bibit ikan juga,” kata Kepala Diskan Kotim Ahmad Sarwo Oboi di Sampit, Rabu.
Oboi menjelaskan, langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kemandirian dan optimalisasi pengelolaan aset di sektor perikanan. Semua jenis usaha tersebut diproyeksikan mulai berjalan di bawah payung BLUD pada 2026.
Saat ini, payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu pengesahan. Oboi optimis keberadaan BLUD akan memangkas birokrasi anggaran yang selama ini menghambat kecepatan operasional di lapangan.
“Alhamdulillah sekarang Perbup-nya masih menunggu proses. Sudah selesai semuanya tinggal menunggu tanda tangan Bupati untuk perbup BLUD ini,” bebernya.
Sistem BLUD memungkinkan instansi untuk mandiri secara operasional maupun keuangan. Pendapatan yang diperoleh dari unit usaha dapat langsung digunakan kembali untuk kebutuhan mendesak tanpa harus menyetor ke kas daerah terlebih dahulu.
“Intinya BLUD ini mandiri dalam penanganan dan keuangan. Hasil pendapatan bisa langsung dipergunakan, tidak harus setor ke kas daerah, sehingga bisa langsung dikelola oleh BLUD,” tambahnya.
Selain soal dana, BLUD memberikan keunggulan dalam pengelolaan sumber daya manusia yang lebih profesional. Pihak manajemen dapat merekrut tenaga kerja berkompeten sesuai kebutuhan teknis di lapangan tanpa prosedur kepegawaian daerah yang kaku.
Terkait permodalan, Diskan Kotim membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta. Jika ada pihak ketiga yang siap menanamkan modal, pemerintah daerah akan menyusun perjanjian kerja sama untuk memperkuat lini bisnis yang ada.
Oboi berharap kehadiran BLUD ini menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi nelayan dan pembudidaya.
Dengan pengelolaan pabrik yang optimal, kebutuhan pakan dan es bagi pelaku usaha perikanan di Kotim diharapkan dapat terpenuhi secara stabil.
"Semua hasil penjualan tetap dicatat sebagai penerimaan. Dana tersebut bisa langsung digunakan untuk gaji karyawan serta operasional, sehingga jauh lebih efektif dibandingkan prosedur biasanya," demikian Oboi.
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
