Logo Header Antaranews Kalteng

Anggota DPR pastikan pemerintah gerak cepat tangani antrean BBM panjang di Kalteng

Kamis, 7 Mei 2026 16:50 WIB
Image Print
Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto saat meninjau sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur, Kalimantan Tengah belum lama ini. ANTARA/Ronny NT.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto menegaskan bahwa DPR bersama pemerintah akan terus mencari solusi, agar antrean panjang dalam pengisian BBM yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak terus terjadi di masyarakat.

"Mohon masyarakat tidak resah dengan berspekulasi macam-macam. DPR, pemerintah dan Pertamina terus bekerja keras menyediakan solusi terbaik agar tidak terjadi antrian BBM yang panjang," kata Sigit K Yunianto dalam keterangannya di Palangka Raya, Kamis.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani karena dapat mengganggu aktivitas warga serta distribusi kebutuhan lainnya.

Baca juga: Anggota DPR RI desak hentikan kriminalisasi warga di konflik sawit Kalteng

Sigit juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi Pertamina dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika pasokan dan distribusi yang ada.

Politikus PDI Perjuangan dari Dapil Kalimantan Tengah itu mengatakan, kepatuhan terhadap petunjuk Pertamina sangat penting guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sigit menekankan, bahwa pemerintah selalu hadir dengan langkah-langkah konkret untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan energi, termasuk BBM bersubsidi.

Spekulasi yang berlebihan justru berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat yang tidak diperlukan.

Baca juga: Anggota DPR: Investasi harus berdampak nyata bagi warga, bukan sekadar ambil untung

Mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya itu juga mengingatkan, pentingnya pengawasan bersama agar penyaluran BBM tepat sasaran, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku UMKM yang berhak menerima subsidi.

"Yang terpenting adalah tetap tenang, ikuti aturan yang ada, dan percayakan kepada pemerintah yang senantiasa berupaya mencari solusi terbaik demi kepentingan masyarakat luas," ucapnya.

Selain itu, Sigit mengungkapkan antrean panjang pengisian BBM tidak hanya terjadi di Kota Palangka Raya, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Kalteng, seperti Barito Timur dan Barito Selatan saat dirinya melaksanakan agenda reses beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan peningkatan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bukan disebabkan kelangkaan.

Baca juga: Anggota DPR RI serius kawal keterbatasan listrik di Barito Selatan

"Kondisi antrean yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan, melainkan peningkatan aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Kamis.

Untuk itu pihaknya memastikan optimalisasi distribusi di lapangan terus dilakukan seiring dengan peningkatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Palangka Raya.

Pertamina juga memastikan penyaluran berjalan lancar dan stok BBM baik Pertalite maupun Pertamax tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertamina juga memastikan stok BBM di seluruh SPBU wilayah Palangka Raya dalam kondisi tersedia.

Baca juga: Anggota DPR minta kepastian hukum bagi PETI di Barito Selatan

“Pertamina saat ini melakukan pengaturan jadwal pengiriman secara berkala dari Fuel Terminal Pulang Pisau untuk memastikan pemerataan stok di seluruh wilayah Palangka Raya dan sekitarnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” jelas Edi.

Sales Area Manager Retail Kalteng Donny menambahkan untuk stok Pertalite dan Pertamax tersedia, baik di SPBU maupun Supply Point Depot Pulang Pisau.

"Untuk rata-rata ketahanan hari, yakni Pertalite 6,5 hari dan Pertamax 5,5 hari. Kami sampaikan stok ini juga bersifat dinamis dan berkesinambungan jadi supply (pasokan) tidak putus," jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan silakan beraktivitas sehari-hari dengan normal, serta melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Kementerian LH soroti kinerja sampah kabupaten/kota Kalteng perlu pengawasan ketat

Baca juga: Anggota DPR: Hindari sebut stok BBM tinggal 21 hari, berbahaya!

Baca juga: Anggota DPR: Bali harus jaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026