Tak ada kontraktor yang berani mengerjakan perbaikan Jembatan Kalahien
Kamis, 31 Oktober 2019 14:49 WIB
Kondisi fender Jembatan Kalahien roboh akibat ditabrak tongkang bermuatan ribuan ton batu bara pada Selasa (30/4/2019) pagi sekitar pukul 05.10 WIB. (Jurnalisme warga)
Palangka Raya (ANTARA) - Hingga saat ini perbaikan fender atau pengaman Jembatan Kalahien di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah pasca ditabrak oleh tongkang beberapa waktu lalu, belum juga dilakukan.
"Ternyata pihak rekanan atau kontraktor enggan menawar. Informasi sementara ya, diduga harga satuannya masih terlalu rendah," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kalteng Shalahudin di Palangka Raya, Kamis.
Shalahudin menyebut, terkait perencanaan perbaikan jembatan tersebut, merupakan kewenangan dari pihak balai. Sehingga kendala yang ditemui itu, akan pihaknya koordinasikan kembali kepada balai untuk segera ditindaklanjuti.
Pihaknya mengaku tak bisa memastikan kisaran biaya yang diperlukan untuk perbaikan jembatan, sebab yang berwenang adalah balai. Namun saat ini sudah ada dua kontraktor yang mengajukan penawaran, namun pada akhirnya tidak berani melakukan pekerjaan tersebut.
"Kalau dari pengajuan atau penawaran yang dilakukan oleh dua kontraktor, rata-rata nilainya di atas Rp5 miliar. Sedangkan nilai pekerjaannya menurut mereka, masih kurang sekitar Rp800 juta hingga Rp1 miliar," ungkapnya di sela kegiatan kerjanya.
Baca juga: Larangan tongkang lintasi bawah Jembatan Kalahien sebagai perwujudan kepentingan masyarakat
Baca juga: Dishub desak Kementerian PUPR laksanakan perbaikan fender Jembatan Kalahien
Lebih lanjut Shalahudin menegaskan, pihaknya mendorong balai segera menyelesaikan masalah itu dan membuat perencanaan secara faktual. Diperkirakan dalam waktu segera perencanaannya bisa diperbaiki dan kemudian diserahkan kepada pihak asuransi.
Penyerahannya dilakukan kepada asuransi, sebab pihak penabrak siap bertanggung jawab dan melakukan perbaikan. Namun semuanya dilakukan dengan sistem klaim kepada asuransi.
Disinggung terkait perbaikan yang berpotensi dilakukan pada musim hujan, ia menjelaskan kondisi itu bukanlah masalah. Sebab perbaikan dilakukan menggunakan tongkang dan yang akan memakan waktu cukup lama, hanyalah saat pemancangan.
"Seperti halnya pekerjaan di laut atau lainnya yang sejenis, semua tidak ada masalah, tetapi memang lebih mudah dikerjakan saat musim kemarau. Diperkirakan lama perbaikan sekitar tiga bulan," ungkap Shalahudin.
Baca juga: DPRD dan Wagub Kalteng bahas penutupan bawah jembatan Kalahien
Baca juga: Larangan tongkang melintas di bawah Jembatan Kalahien menuai protes
Baca juga: Wagub desak perusahaan segera memperbaiki fender jembatan Kalahien
"Ternyata pihak rekanan atau kontraktor enggan menawar. Informasi sementara ya, diduga harga satuannya masih terlalu rendah," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kalteng Shalahudin di Palangka Raya, Kamis.
Shalahudin menyebut, terkait perencanaan perbaikan jembatan tersebut, merupakan kewenangan dari pihak balai. Sehingga kendala yang ditemui itu, akan pihaknya koordinasikan kembali kepada balai untuk segera ditindaklanjuti.
Pihaknya mengaku tak bisa memastikan kisaran biaya yang diperlukan untuk perbaikan jembatan, sebab yang berwenang adalah balai. Namun saat ini sudah ada dua kontraktor yang mengajukan penawaran, namun pada akhirnya tidak berani melakukan pekerjaan tersebut.
"Kalau dari pengajuan atau penawaran yang dilakukan oleh dua kontraktor, rata-rata nilainya di atas Rp5 miliar. Sedangkan nilai pekerjaannya menurut mereka, masih kurang sekitar Rp800 juta hingga Rp1 miliar," ungkapnya di sela kegiatan kerjanya.
Baca juga: Larangan tongkang lintasi bawah Jembatan Kalahien sebagai perwujudan kepentingan masyarakat
Baca juga: Dishub desak Kementerian PUPR laksanakan perbaikan fender Jembatan Kalahien
Lebih lanjut Shalahudin menegaskan, pihaknya mendorong balai segera menyelesaikan masalah itu dan membuat perencanaan secara faktual. Diperkirakan dalam waktu segera perencanaannya bisa diperbaiki dan kemudian diserahkan kepada pihak asuransi.
Penyerahannya dilakukan kepada asuransi, sebab pihak penabrak siap bertanggung jawab dan melakukan perbaikan. Namun semuanya dilakukan dengan sistem klaim kepada asuransi.
Disinggung terkait perbaikan yang berpotensi dilakukan pada musim hujan, ia menjelaskan kondisi itu bukanlah masalah. Sebab perbaikan dilakukan menggunakan tongkang dan yang akan memakan waktu cukup lama, hanyalah saat pemancangan.
"Seperti halnya pekerjaan di laut atau lainnya yang sejenis, semua tidak ada masalah, tetapi memang lebih mudah dikerjakan saat musim kemarau. Diperkirakan lama perbaikan sekitar tiga bulan," ungkap Shalahudin.
Baca juga: DPRD dan Wagub Kalteng bahas penutupan bawah jembatan Kalahien
Baca juga: Larangan tongkang melintas di bawah Jembatan Kalahien menuai protes
Baca juga: Wagub desak perusahaan segera memperbaiki fender jembatan Kalahien
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pj Bupati Barito Selatan terobos banjir salurkan bansos ke sejumlah desa
23 January 2024 9:54 WIB, 2024
Perbaikan fender jembatan Kalahien tunggu hasil perhitungan RAB dari BPJN
29 March 2023 17:22 WIB, 2023
Persulit kendaraan, pengerjaan jalan Buntok-Kalahien perlu dievaluasi
24 February 2023 12:46 WIB, 2023
Pusat diminta realisasikan aspirasi masyarakat Kalteng terkait jalan Asam-Buntok
20 February 2023 16:02 WIB, 2023
DPRD Kalteng: Perketat aturan terkait tongkang melintas di bawah Jembatan Kalahien
08 February 2023 17:58 WIB, 2023
Dishub Barsel minta jasa asis diberlakukan kembali di Jembatan Kalahien
02 February 2023 18:15 WIB, 2023
Sungai Barito meluap, warga Desa Kalahien waspadai banjir hingga ke rumah
08 March 2020 15:44 WIB, 2020
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
DJKI tutup 1.004 situs bajakan untuk perkuat pelindungan hak cipta di ruang digital
15 May 2026 15:10 WIB