Jakarta (ANTARA) - Bom bunuh diri yang terjadi Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB di Polrestabes Medan Jalan HM Said, Medan diduga dilakukan seorang yang mengenakan atribut ojek online.

Petugas masih melakukan penyisiran di seputaran Mako Polrestabes Medan untuk pengembangan atas insiden ledakan tersebut dan police line juga sudah terpasang di lokasi.

Baca juga: Keterangan saksi ledakan bom bunuh diri Polrestabes Medan

Terkait peristiwa itu, Vice President Corporate Communications Gojek Indonesia, Kristy Nelwan mengatakan belum bisa berkomentar mengenai atribut terduga pelaku.

"Kami telah menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib, serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi," kata Nelwan.

Baca juga: Terkait bom Medan, Grab berkoordinasi dengan pihak berwajib

Untuk itu, ia pun mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut.

"Gojek menentang keras segala tindakan anarkis dan akan memberikan dukungan penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat," tegasnya.

Baca juga: Korban ledakan bom bunuh diri Polrestabes Medan belum dievakuasi

Baca juga: Pelaku bom bunuh diri Polrestabes diduga gunakan atribut ojek online

Baca juga: Polrestabes Medan diteror bom bunuh diri

 

Pewarta : Royke Sinaga
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024