Densus 88 amankan tiga orang diduga teroris di Samarinda
Selasa, 19 November 2019 19:01 WIB
Sebuah kawasan usaha di jalan Cendana, Samarinda diberi Police Line, setelah Petugas Densus 88 mengamankan tiga orang diduga teroris pada penggerebekan Selasa siang (19/11/2019). ANTARA/Arumanto/pri. (ANTARA/Arumanto)
Samarinda (ANTARA) - Tiga orang pria diduga sebagai jaringan teroris ditangkap tim Densus 88, dan pasukan Brimob pada penggerebekan yang dilaksanakan di kawasan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (19/11) siang.
Ketiga orang tersebut ditangkap di tempat usaha kios penjualan parfum yang berada di kawasan jalan Cendana, Samarinda, Kalimantan Timur.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, selain membawa tiga orang aparat keamanan juga mengamankan sejumlah barang bukti, sejumlah kotak yang kemudian dimasukkan dalam mobil petugas.
Sejumlah petugas kepolisian dan tim keamanan yang berada di lokasi kejadian, enggan memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait peristiwa tersebut.
Baca juga: Polisi nyatakan banyak terduga teroris di tangkap di Jabar
Berdasarkan keterangan Ketua RT 18, Teluk Lerong Ulu, Didin kepada awak media hanya satu orang yang diduga sebagai tersangka yakni bernama Ismail, warga Palu kelahiran 1959, sedangkan dua orang lainnya turut dibawa sebagai saksi.
Didin menegaskan bahwa Ismail ini merupakan warga pendatang yang bekerja di wilayahnya di kios penjualan parfum di jalan cendana, demikian juga dengan dua orang yang diduga sebagai teman Ismail.
"Baru setahun orang yang diamankan ini tinggal disini, dia pekerja di toko parfum ini," jelasnya.
Baca juga: Densus 88 tangkap enam terduga teroris di daerah ini
Sejauh ini, dikatakan Didin, bahwa tersangka memang jarang untuk berkomunikasi dengan warga sekitar, bahkan belum pernah melaporkan kepada RT setempat saat tinggal di kawasan Cendana.
Didin mengelak bahwa tersangka merupakan jaringan teroris, karena berdasarkan keterangan petugas kepolisian bahwa warganya tersebut terlibat dalam kasus narkoba sabu- sabu.
"Saya tidak tahu kalau yang ditangkap adalah diduga teroris, yang saya tahu dia disangkakan bandar Narkoba," tegasnya.
Ketiga orang tersebut ditangkap di tempat usaha kios penjualan parfum yang berada di kawasan jalan Cendana, Samarinda, Kalimantan Timur.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, selain membawa tiga orang aparat keamanan juga mengamankan sejumlah barang bukti, sejumlah kotak yang kemudian dimasukkan dalam mobil petugas.
Sejumlah petugas kepolisian dan tim keamanan yang berada di lokasi kejadian, enggan memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait peristiwa tersebut.
Baca juga: Polisi nyatakan banyak terduga teroris di tangkap di Jabar
Berdasarkan keterangan Ketua RT 18, Teluk Lerong Ulu, Didin kepada awak media hanya satu orang yang diduga sebagai tersangka yakni bernama Ismail, warga Palu kelahiran 1959, sedangkan dua orang lainnya turut dibawa sebagai saksi.
Didin menegaskan bahwa Ismail ini merupakan warga pendatang yang bekerja di wilayahnya di kios penjualan parfum di jalan cendana, demikian juga dengan dua orang yang diduga sebagai teman Ismail.
"Baru setahun orang yang diamankan ini tinggal disini, dia pekerja di toko parfum ini," jelasnya.
Baca juga: Densus 88 tangkap enam terduga teroris di daerah ini
Sejauh ini, dikatakan Didin, bahwa tersangka memang jarang untuk berkomunikasi dengan warga sekitar, bahkan belum pernah melaporkan kepada RT setempat saat tinggal di kawasan Cendana.
Didin mengelak bahwa tersangka merupakan jaringan teroris, karena berdasarkan keterangan petugas kepolisian bahwa warganya tersebut terlibat dalam kasus narkoba sabu- sabu.
"Saya tidak tahu kalau yang ditangkap adalah diduga teroris, yang saya tahu dia disangkakan bandar Narkoba," tegasnya.
Pewarta : Arumanto
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PKK Barut dan Densus sosialisasikan pencegahan radikalisme kepada pelajar
25 February 2026 21:12 WIB
TP PKK Barito Utara perkuat keluarga cegah radikalisme pada anak dan remaja
19 February 2026 13:16 WIB
Disdik Palangka Raya--Densus 88 perkuat pencegahan paham IRET di lingkungan SMP
21 January 2026 17:53 WIB
Disdik Palangka Raya tanamkan nilai toleransi lewat pendidikan karakter kebhinnekaan
11 November 2025 18:47 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB