Belasan orang pencari kerja jadi korban penipuan
Selasa, 19 November 2019 19:25 WIB
Ilustrasi - Pencari kerja mengantre membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/9/18), sebagai kelengkapan administrasi meningkat di berbagai daerah terkait antusiasme masyarakat mengikuti tes penerimaan CPNS. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww)
Cianjur (ANTARA) - Belasan orang pencari kerja di Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban penipuan yang dilakukan SN (25) dengan modus meminta sejumlah uang dengan jaminan dapat diterima bekerja di perusahaan sepatu terbesar di Cianjur.
Sejumlah 12 orang pencari kerja yang merasa tertipu atas perbuatannya itu, melaporkan SN ke Mapolres Cianjur karena setelah menyerahkan sejumlah uang, mereka tidak kunjung dipanggil untuk bekerja.
"Saya tidak curiga karena pelaku wanita yang datang ke rumah menjanjikan saya bisa diterima di perusahaan yang saat ini menjadi incaran pencari kerja di Cianjur," kata Soni seorang korban warga Kecamatan Cilaku pada wartawan, Selasa.
Ia menjelaskan, mengenal pelaku dari kerabatnya yang sama-sama sedang mencari kerja. Pelaku datang pada bulan September meminta surat lamaran dan selang beberapa hari meminta uang untuk pelicin agar cepat dipanggil.
"Uang yang diminta Rp2,5 juta ditambah Rp50 ribu katanya untuk tes kesehatan. Penyerahan uang disertai bukti kwitansi yang menyebutkan bahwa uang tersebut sebagai jaminan untuk bekerja di PT Pouyen Indonesia," ungkapnya.
Pelaku berdalih memiliki seorang staf HRD di perusahaan tersebut, yang dapat menerima sejumlah karyawan baru. Namun setelah menerima uang, pelaku sulit dihubungi bahkan untuk ditemui.
Sementara Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto, mengatakan selang beberapa jam mendapat laporan penipuan tersebut, pihaknya berhasil menangkap pelaku yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan.
"Sudah pasti pelaku bukan staf perusahaan atau memiliki orang dalam, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan. Pelaku berdalih dapat memasukan pencari kerja dengan jaminan uang mulai dari Rp300 ribu sampai Rp4,5 juta perorang," ujarnya.
Pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan kemungkinan jumlah korban penipuan bertambah."Sampai hari, sudah 12 orang yang melapor secara resmi ke Mapolres Cianjur," katanya.
Sejumlah 12 orang pencari kerja yang merasa tertipu atas perbuatannya itu, melaporkan SN ke Mapolres Cianjur karena setelah menyerahkan sejumlah uang, mereka tidak kunjung dipanggil untuk bekerja.
"Saya tidak curiga karena pelaku wanita yang datang ke rumah menjanjikan saya bisa diterima di perusahaan yang saat ini menjadi incaran pencari kerja di Cianjur," kata Soni seorang korban warga Kecamatan Cilaku pada wartawan, Selasa.
Ia menjelaskan, mengenal pelaku dari kerabatnya yang sama-sama sedang mencari kerja. Pelaku datang pada bulan September meminta surat lamaran dan selang beberapa hari meminta uang untuk pelicin agar cepat dipanggil.
"Uang yang diminta Rp2,5 juta ditambah Rp50 ribu katanya untuk tes kesehatan. Penyerahan uang disertai bukti kwitansi yang menyebutkan bahwa uang tersebut sebagai jaminan untuk bekerja di PT Pouyen Indonesia," ungkapnya.
Pelaku berdalih memiliki seorang staf HRD di perusahaan tersebut, yang dapat menerima sejumlah karyawan baru. Namun setelah menerima uang, pelaku sulit dihubungi bahkan untuk ditemui.
Sementara Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto, mengatakan selang beberapa jam mendapat laporan penipuan tersebut, pihaknya berhasil menangkap pelaku yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan.
"Sudah pasti pelaku bukan staf perusahaan atau memiliki orang dalam, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan. Pelaku berdalih dapat memasukan pencari kerja dengan jaminan uang mulai dari Rp300 ribu sampai Rp4,5 juta perorang," ujarnya.
Pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan kemungkinan jumlah korban penipuan bertambah."Sampai hari, sudah 12 orang yang melapor secara resmi ke Mapolres Cianjur," katanya.
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disnakertrans Kalteng fasilitasi masyarakat akses ratusan lowongan kerja
29 April 2025 0:16 WIB, 2025
Kini warga Suriah pencari suaka di Jerman miliki kesempatan kembali ke negaranya
10 December 2024 10:15 WIB, 2024
Disnakertrans Kotim perbanyak pelatihan bantu tingkatkan kompetensi pencari kerja
03 March 2024 16:13 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB