Sampit (ANTARA) - Satuan organisasi perangkat daerah atau SOPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah didorong melaksanakan kegiatan lebih awal agar selesai tepat waktu dan hasilnya optimal.

"Kami berharap pelaksanaan anggaran tahun 2020, proyek-proyek yang sudah ditetapkan itu bisa dilelang lebih awal sehingga pelaksanaan pembangunannya bisa lebih cepat dan berguna bagi masyarakat dan bisa cepat dinikmati oleh masyarakat kita," harap Wakil Bupati HM Taufiq Mukri di Sampit, Jumat.

Menurut Taufiq, pelaksanaan kegiatan atau proyek lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kendala saat kegiatan berjalan. Dengan begitu, nantinya masih ada waktu untuk melakukan perbaikan sehingga kegiatan berjalan dan berhasil sesuai target.

Kegiatan fisik, khususnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan bangunan, harus menjadi perhatian serius. Pelaksanaan proyek-proyek ini berkaitan dengan kondisi cuaca yang harus sudah diantisipasi agar tidak menjadi hambatan saat pelaksanaannya nanti.

Selain itu, kendala lain juga harus diantisipasi seperti faktor teknis misalnya gagal lelang, kegagalan rekanan dan lainnya. Jika kegiatan dilaksanakan lebih awal maka kendala yang terjadi masih ada kesempatan dicarikan solusinya.

Pelaksanaan lebih awal juga diyakini berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. Berbeda dengan hasil pekerjaan yang dilaksanakan dengan tergesa-gesa karena mengejar waktu menjelang batas akhir.

Baca juga: Pemkab Kotim apresiasi kinerja Kemenag dalam pembinaan umat

Harapan ini, kata Taufiq, juga menjadi harapan Bupati H Supian Hadi. Dalam beberapa kesempatan, hal ini juga ditegaskan agar menjadi perhatian seluruh satuan organisasi perangkat daerah.

Kekurangan yang terjadi pada 2019 diharapkan menjadi bahan evaluasi demi perbaikan agar tidak terulang. Tujuannya agar pelaksanaan pembangunan 2020 ini lebih baik dan optimal sesuai harapan.

"Selama 2019 memang ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya multi years (tahun jamak) itu, ya memang belum selesai karena akan dilanjutkan di tahun 2020 ini sehingga kegiatan-kegiatan yang dimulai 2019 itu bisa rampung nanti paling tidak di bulan ke-3 di tahun 2020," ujar Taufiq.

Sementara itu, struktur APBD 2020 Kotawaringin Timur terdiri dari asumsi pendapatan sebesar Rp1.833.176.988.300, pendapatan asli daerah Rp270 miliar, dana perimbangan Rp1.191.951.491.000, serta lain pendapatan daerah yang sah Rp371.225.497.300.

Asumsi belanja sebesar Rp1.915.273.391.375 dan defisit sebesar Rp82.096.403.075 atau 4,48 persen. Asumsi pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp95.096.403.075, pengeluaran pembiayaan Rp13 miliar dan pembiayaan netto Rp83.096.403.075.

Baca juga: BMKG Sampit ingatkan waspadai hujan deras berpotensi memicu banjir

Baca juga: Warga dapat bantuan tandon air antisipasi krisis air bersih


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024