Daya jelajah taksi terbang Hyundai-Uber
Selasa, 7 Januari 2020 13:24 WIB
Salah satu bagian pada purwarupa taksi terbang Hyundai-Uber (Reuters)
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif Korea Selatan, Hyundai Motors, bersama Uber Technologies Inc tengah mengembangkan taksi udara atau mobil terbang berpenggerak listrik.
Pesawat itu dirancang dapat menempuh penerbangan sejauh 100 km dengan kecepatan jelajah 290 km/jam.
Dilansir Reuters pada Senin (6/1), Hyundai meluncurkan purwarupa pesawat terbang listrik yang dikembangkan bersama Uber pada pameran Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas.
Uber akan memulai demonstrasi penerbangan di tengah kota pada 2020, sedangkan penerbangan komersial dimulai pada 2023.
Baca juga: Hyundai dan Uber kembangkan taksi udara dengan pesawat kecil
Mereka akan menggandeng anak perusahaan Boeing, Aurora Flight Sciences sebagai salah satu perusahaan mitra karena pengalaman Boeing yang tinggi dalam menangani industri pesawat.
"Hyundai akan memproduksi dan mendistribusi mobil terbang, dan Uber akan menyediakan layanan dukungan wilayah udara, koneksi ke transportasi darat, dan antarmuka pelanggan melalui jaringan berbagi perjalanan udara," kata kedua perusahaan dalam sebuah pernyataan.
Saat ini, pabrikan otomotif dan pesawat melirik segmen mobil terbang untuk mengatasi kemacetan perkotaan.
Boeing mengatakan pada Oktober 2019 bahwa pihaknya bekerja dengan merek mobil sport Volkswagen, Porsche, untuk mengembangkan konsep mobil terbang listrik yang mampu mengangkut orang di daerah perkotaan.
Baca juga: Pesaing Honda Amaze, Hyundai buka pemesanan sedan Aura
Baca juga: Hyundai dan Kia tarik 640 unit kendaraan akibat ada kerusakan komponen
Baca juga: Sebanyak 50 ribu unit Hyundai Grandeur dipesan dalam sebulan
Pesawat itu dirancang dapat menempuh penerbangan sejauh 100 km dengan kecepatan jelajah 290 km/jam.
Dilansir Reuters pada Senin (6/1), Hyundai meluncurkan purwarupa pesawat terbang listrik yang dikembangkan bersama Uber pada pameran Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas.
Uber akan memulai demonstrasi penerbangan di tengah kota pada 2020, sedangkan penerbangan komersial dimulai pada 2023.
Baca juga: Hyundai dan Uber kembangkan taksi udara dengan pesawat kecil
Mereka akan menggandeng anak perusahaan Boeing, Aurora Flight Sciences sebagai salah satu perusahaan mitra karena pengalaman Boeing yang tinggi dalam menangani industri pesawat.
"Hyundai akan memproduksi dan mendistribusi mobil terbang, dan Uber akan menyediakan layanan dukungan wilayah udara, koneksi ke transportasi darat, dan antarmuka pelanggan melalui jaringan berbagi perjalanan udara," kata kedua perusahaan dalam sebuah pernyataan.
Saat ini, pabrikan otomotif dan pesawat melirik segmen mobil terbang untuk mengatasi kemacetan perkotaan.
Boeing mengatakan pada Oktober 2019 bahwa pihaknya bekerja dengan merek mobil sport Volkswagen, Porsche, untuk mengembangkan konsep mobil terbang listrik yang mampu mengangkut orang di daerah perkotaan.
Baca juga: Pesaing Honda Amaze, Hyundai buka pemesanan sedan Aura
Baca juga: Hyundai dan Kia tarik 640 unit kendaraan akibat ada kerusakan komponen
Baca juga: Sebanyak 50 ribu unit Hyundai Grandeur dipesan dalam sebulan
Pewarta : A069
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Awas! Terbang dalam keadaan flu berisiko sebabkan barotrauma pada telinga
04 February 2025 13:05 WIB
BRIN kaji potensi abu terbang untuk kembangkan komoditas bawang merah
31 October 2023 8:21 WIB, 2023
Pintu darurat dibuka penumpang, pesawat Lion Air rute Kupang-Surabaya batal terbang
27 February 2023 7:55 WIB, 2023
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Komdigi luncurkan program penguatan kompetensi keamanan siber bagi generasi muda
01 February 2026 15:04 WIB
Google hentikan fitur pemutaran latar belakang YouTube untuk pengguna gratis
01 February 2026 13:43 WIB