Berlian mentah terbesar kedua di dunia
Rabu, 29 Januari 2020 13:09 WIB
A Louis Vuitton employee displays a recently purchased "Sewelo diamond", the world's second-largest diamond, a 1,758 carat jewel of about the size of a tennis ball during a press preview in Paris, France, January 21, 2020. REUTERS/Benoit Tessier (REUTERS/BENOIT TESSIER)
Jakarta (ANTARA) - Louis Vuitton mencuri perhatian para pecinta mode karena memamerkan koleksi terbarunya beberapa waktu, yaitu sebuah berlian mentah yang diklaim terbesar kedua di dunia.
Berlian yang dibeli perusahaan Louis Vuitton itu yang bernama "Sewelo" atau "penemuan langka" dan memiliki ukuran 1.758 karat.
Batu berlian yang masih berwarna kehitaman itu dipamerkan di toko Louis Vuitton di Place Vendome di Paris, seperti dilaporkan Reuters.
Perusahaan fesyen itu belum mau mengatakan berapa banyak yang dibayarkan untuk berlian seukuran bola tenis yang ditemukan di Botswana pada tahun lalu. Pihak merek fesyen mewah itu hanya mengatakan bahwa berlian mentah itu akan dipotong dan dijadikan perhiasan permata.
Menurut Lucara, perusahaan penambangan berlian di Kanada yang bermitra dengan Vuitton dan pabrikan yang berbasis di Antwerp untuk memproduksi permata, berlian tersebut akan diubah menjadi koleksi perhiasan. Berlian Sewelo yang baru dibeli, berlian terbesar kedua di dunia, permata dengan 1,758 karat yang ukurannya diperkirakan sebesat bola tenis diperlihatkan dalam tinjauan media di toko Louis Vuitton di Paris, Prancis, Selasa (21/1/2020). (REUTERS/BENOIT TESSIER)
Louis Vuitton, yang lebih dikenal karena membuat tas tangan yang mahal, mulai memasuki ranah perhiasan pada tahun 2012 - di mana ia bersaing dengan merek mewah Bvlgari dan Richemont's Cartier.
Para perancang perhiasan kelas atas kini tengah memajang koleksi mereka di pekan mode Paris Haute Couture, di sebuah etalase pakaian untuk para desainer papan atas.
Perhiasan dari batu permata kini telah menjadi salah satu segmen fesyen yang berkembang pesat untuk pasar barang mewah beberapa tahun belakangan ini. Hal ini dijadikan peluang oleh Louis Vuitton yang sempat membeli label Tiffany seharga 16,2 miliar dolar pada tahun lalu.
Label mewah Gucci juga sempat menyatakan akan membuka toko khusus untuk menjual perhiasan mewah.
Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Berlian yang dibeli perusahaan Louis Vuitton itu yang bernama "Sewelo" atau "penemuan langka" dan memiliki ukuran 1.758 karat.
Batu berlian yang masih berwarna kehitaman itu dipamerkan di toko Louis Vuitton di Place Vendome di Paris, seperti dilaporkan Reuters.
Perusahaan fesyen itu belum mau mengatakan berapa banyak yang dibayarkan untuk berlian seukuran bola tenis yang ditemukan di Botswana pada tahun lalu. Pihak merek fesyen mewah itu hanya mengatakan bahwa berlian mentah itu akan dipotong dan dijadikan perhiasan permata.
Menurut Lucara, perusahaan penambangan berlian di Kanada yang bermitra dengan Vuitton dan pabrikan yang berbasis di Antwerp untuk memproduksi permata, berlian tersebut akan diubah menjadi koleksi perhiasan. Berlian Sewelo yang baru dibeli, berlian terbesar kedua di dunia, permata dengan 1,758 karat yang ukurannya diperkirakan sebesat bola tenis diperlihatkan dalam tinjauan media di toko Louis Vuitton di Paris, Prancis, Selasa (21/1/2020). (REUTERS/BENOIT TESSIER)
Louis Vuitton, yang lebih dikenal karena membuat tas tangan yang mahal, mulai memasuki ranah perhiasan pada tahun 2012 - di mana ia bersaing dengan merek mewah Bvlgari dan Richemont's Cartier.
Para perancang perhiasan kelas atas kini tengah memajang koleksi mereka di pekan mode Paris Haute Couture, di sebuah etalase pakaian untuk para desainer papan atas.
Perhiasan dari batu permata kini telah menjadi salah satu segmen fesyen yang berkembang pesat untuk pasar barang mewah beberapa tahun belakangan ini. Hal ini dijadikan peluang oleh Louis Vuitton yang sempat membeli label Tiffany seharga 16,2 miliar dolar pada tahun lalu.
Label mewah Gucci juga sempat menyatakan akan membuka toko khusus untuk menjual perhiasan mewah.
Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Pewarta : Berlian mentah terbesar kedua di dunia
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejagung periksa eks Dirut Pertamina Nicke Widyawati terkait kasus minyak mentah
06 May 2025 18:38 WIB, 2025
Kasus minyak mentah "ngeri-ngeri sedap", tapi harus diungkap, kata Sahroni
07 March 2025 15:04 WIB, 2025