Curi informasi Nintendo Switch, Pria AS dipenjara
Selasa, 4 Februari 2020 17:21 WIB
Pria AS dipenjara karena bocorkan Nintendo Switch (Ant)
Jakarta (ANTARA) - Seorang pria di California, Amerika Serikat, diganjar hukuman penjara karena meretas server Nintendo dan mencuri informasi, salah satunya tentang Nintendo Switch.
Departemen Kehakiman AS, dikutip dari laman The Verge, menyatakan Ryan Hernandez, yang berusia 21 tahun, bersama temannya melakukan phishing terhadap seorang pegawai Nintendo pada 2016 lalu.
Setelah itu, mereka mencuri informasi rahasia dari perusahaan game tersebut. FBI menghubungi Hernandez dan orangtuanya pada Oktober 2017, memintanya untuk berhenti meretas.
Saat itu Hernandez memahami konsekuensi dari perbuatannya. Tapi, mulai Juni 2018 hingga Juni 2019, Hernandez kembali mencuri informasi rahasia perusahaan.
Dia bahkan masuk ke beberapa server Nintendo untuk mencuri lebih banyak informasi rahasia.
Hernandez memamerkan aksinya meretas lewat Twitter, Discord dan forum mengobrol buatannya yang diberi nama "Ryan's Underground Hangout".
Diforum itu, Hernandez membahas soal produk Nintendo dan informasi rahasia perusahaan, bahkan hingga kelemahan jaringan Nintendo.
Rumah Heernandez digerebek FBI pada Juni 2019 lalu dan ditemukan ribuan berkas rahasia Nintendo.
Hernandez juga didakwa untuk kasus pornografi anak. Menurut Departemen Kehakiman, Ryan Hernandez sepakat untuk membayar ganti rugi kepada Nintendo sebesar 259.323 dolar.
Sementara hukuman penjara yang menantinya akan diputuskan oleh hakim, sekitar 5 tahun untuk kasus peretasan dan 20 tahun untuk pornografi anak.
Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Departemen Kehakiman AS, dikutip dari laman The Verge, menyatakan Ryan Hernandez, yang berusia 21 tahun, bersama temannya melakukan phishing terhadap seorang pegawai Nintendo pada 2016 lalu.
Setelah itu, mereka mencuri informasi rahasia dari perusahaan game tersebut. FBI menghubungi Hernandez dan orangtuanya pada Oktober 2017, memintanya untuk berhenti meretas.
Saat itu Hernandez memahami konsekuensi dari perbuatannya. Tapi, mulai Juni 2018 hingga Juni 2019, Hernandez kembali mencuri informasi rahasia perusahaan.
Dia bahkan masuk ke beberapa server Nintendo untuk mencuri lebih banyak informasi rahasia.
Hernandez memamerkan aksinya meretas lewat Twitter, Discord dan forum mengobrol buatannya yang diberi nama "Ryan's Underground Hangout".
Diforum itu, Hernandez membahas soal produk Nintendo dan informasi rahasia perusahaan, bahkan hingga kelemahan jaringan Nintendo.
Rumah Heernandez digerebek FBI pada Juni 2019 lalu dan ditemukan ribuan berkas rahasia Nintendo.
Hernandez juga didakwa untuk kasus pornografi anak. Menurut Departemen Kehakiman, Ryan Hernandez sepakat untuk membayar ganti rugi kepada Nintendo sebesar 259.323 dolar.
Sementara hukuman penjara yang menantinya akan diputuskan oleh hakim, sekitar 5 tahun untuk kasus peretasan dan 20 tahun untuk pornografi anak.
Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Pewarta : -
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dislutkan Kalteng hadirkan Buku Pintar, sajikan data akurat hingga inovasi sektor KP
19 December 2025 11:30 WIB
Kalteng kembali raih Predikat Informatif bukti konsistensi dalam keterbukaan informasi
16 December 2025 11:01 WIB
MUI Barut siap bersinergi dengan pemerintah berikan informasi pembangunan
10 December 2025 18:39 WIB
BPJS Kesehatan Palangka Raya raih penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2025
04 December 2025 13:40 WIB
Polres dan PWI Kotim bersinergi jaga kamtibmas melalui penguatan informasi
03 December 2025 23:38 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB
Malaysia pelajari kebijakan Indonesia dalam membatasi penggunaan platform digital bagi anak
11 February 2026 17:35 WIB