Logo Header Antaranews Kalteng

Era baru wearable, Meta siapkan kacamata Ray-Ban AI generasi ketiga

Sabtu, 28 Maret 2026 23:05 WIB
Image Print
Kacamata Ray-Ban AI kolaborasi Ray-Ban dan Meta. (X/Ray-Ban)

Jakarta (ANTARA) - Meta bersiap meluncurkan dua model baru kacamata Ray-Ban AI, menurut dokumen FCC yang dipublikasikan awal bulan ini.

Laman The Tech Buzz, Kamis (26/3) waktu setempat melaporkan, dokumen tersebut menyebut perangkat yang diuji sebagai unit produksi, menandakan bahwa kacamata AI generasi ketiga Meta bisa segera tersedia dalam beberapa minggu mendatang.

Langkah ini menunjukkan komitmen Meta untuk memperluas perangkat keras bertenaga AI ke pasar konsumen, bekerja sama dengan EssilorLuxottica.

Dokumen FCC yang muncul awal Maret mengonfirmasi bahwa Meta dan EssilorLuxottica siap mengirim dua model kacamata AI baru. Unit yang diuji disebut sebagai unit produksi, bukan prototipe, sehingga peluncuran konsumen diperkirakan tinggal menunggu waktu.

Jika mengikuti pola sebelumnya, Meta kemungkinan akan mengumumkan kacamata baru pada April atau awal Mei. Artinya, Meta melakukan pembaruan produk setiap 18 bulan, menandakan serius pada kategori kacamata AI.

Meta belum merilis spesifikasi teknis maupun fitur baru, tetapi dua model yang lolos pengujian regulasi kemungkinan menawarkan pilihan desain yang berbeda, bukan tingkat produk yang sepenuhnya baru. Status “produksi siap” menandakan Meta sudah mulai memproduksi unit, bukan sekadar mencoba prototipe.

Strategi kacamata AI Meta kini mulai menunjukkan hasil nyata. Kolaborasi dengan EssilorLuxottica, pemilik Ray-Ban, berhasil mengubah kacamata pintar menjadi produk yang diminati, dengan desain modis yang menyembunyikan kamera dan kemampuan AI, mengatasi stigma sosial yang pernah menghambat perangkat pintar sebelumnya.

Kacamata AI juga menjadi taruhan lebih realistis dibanding ambisi metaverse Meta. Perangkat ini menambahkan bantuan AI dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengambil foto, merekam video, dan menjawab pertanyaan lewat perintah suara, tanpa mengharuskan pengguna memakai layar besar atau masuk ke dunia virtual.

Persaingan juga memanas. Apple tengah mengembangkan kacamata AR, namun masih bertahun-tahun dari peluncuran, sementara Snap dan Amazon gagal mencapai adopsi konsumen yang signifikan. Meta justru sudah menjual produk yang nyata, memberi keuntungan lebih awal dibanding pesaing.

Kepercayaan Meta terlihat dari peluncuran generasi ketiga yang cepat. Meski tanpa angka penjualan resmi, laporan menunjukkan minat konsumen meningkat setelah fitur AI berbasis Llama ditambahkan.

Produksi dalam 18 bulan menandakan rantai pasokannya matang, memanfaatkan keahlian EssilorLuxottica di bidang kacamata dan AI Meta.

Pertanyaan utama kini: apakah kacamata AI akan menjadi produk mainstream atau tetap untuk pengguna awal? Jika peluncuran April-Mei sesuai jadwal, kita akan segera mengetahui apakah generasi ketiga ini bisa diterima luas oleh konsumen, sekaligus menegaskan posisi Meta di pasar sebelum Apple dan pesaing lain masuk.

Penerjemah: Pamela Sakina



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026