Tenaga medis di Jakarta sudah ada terpapar virus corona
Sabtu, 14 Maret 2020 17:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers terkait penyebaran Virus Corona COVID-19 di Jakarta, Balai Kota Jakarta, Jumat (14/3/2020). (ANTARA/Ricky Prayoga)
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan sudah ada tenaga medis terpapar virus corona COVID-19 dalam menjalankan tugasnya.
"Dokter, perawat kerja non stop dan sudah ada sebagian mereka yang tertular COVID-19," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu.
Anies mengapresiasi tenaga medis di Jakarta telah bekerja keras menangani pasien terjangkit COVID-19.
"Semoga mereka semua sehat dan bisa menjalankan tugas dengan sebaiknya dan kami atas nama Pemprov menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas keseriusan mereka," ujar Anies.
Anies mengaku telah berkomunikasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta yang siap membantu menangani persoalan COVID-19 sehingga masyarakat ibu kota dapat beraktivitas seperti biasa.
Ditegaskan Anies, beban kerja tenaga medis sangat besar karena menjadi garda terdepan untuk menangani pasien COVID-19.
Saat ini, Gubernur DKI itu menginformasikan terdapat 190 rumah sakit serta delapan rumah sakit rujukan COVID-19, 1.838 klinik, 44 puskesmas kecamatan, 289 puskesmas kelurahan, 3.350 dokter, dan 7.300 perawat.
Anies juga mengungkapkan pihaknya mengambil langkah cepat tanggap, tegas, dan tepat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 namun tetap waspada, tidak panik, serta tidak menganggap enteng.
"Kita tidak bertindak berlebih tapi juga tidak ingin bertindak kurang," ucap Anies.
Anies mengatakan jajaran Pemprov DKI melakukan pendekatan terukur sesuai perkembangan situasi dan eskalasi untuk menangani pencegahan virus corona COVID-19 tersebut.
Dikatakan Anies, pencegahan sebaran virus COVID-19 mulai dari tahap pemberitahuan untuk berhati-hati, mengurangi aktivitas di luar rumah hingga menutupkan kegiatan belajar di sekolah.
"Dokter, perawat kerja non stop dan sudah ada sebagian mereka yang tertular COVID-19," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu.
Anies mengapresiasi tenaga medis di Jakarta telah bekerja keras menangani pasien terjangkit COVID-19.
"Semoga mereka semua sehat dan bisa menjalankan tugas dengan sebaiknya dan kami atas nama Pemprov menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas keseriusan mereka," ujar Anies.
Anies mengaku telah berkomunikasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta yang siap membantu menangani persoalan COVID-19 sehingga masyarakat ibu kota dapat beraktivitas seperti biasa.
Ditegaskan Anies, beban kerja tenaga medis sangat besar karena menjadi garda terdepan untuk menangani pasien COVID-19.
Saat ini, Gubernur DKI itu menginformasikan terdapat 190 rumah sakit serta delapan rumah sakit rujukan COVID-19, 1.838 klinik, 44 puskesmas kecamatan, 289 puskesmas kelurahan, 3.350 dokter, dan 7.300 perawat.
Anies juga mengungkapkan pihaknya mengambil langkah cepat tanggap, tegas, dan tepat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 namun tetap waspada, tidak panik, serta tidak menganggap enteng.
"Kita tidak bertindak berlebih tapi juga tidak ingin bertindak kurang," ucap Anies.
Anies mengatakan jajaran Pemprov DKI melakukan pendekatan terukur sesuai perkembangan situasi dan eskalasi untuk menangani pencegahan virus corona COVID-19 tersebut.
Dikatakan Anies, pencegahan sebaran virus COVID-19 mulai dari tahap pemberitahuan untuk berhati-hati, mengurangi aktivitas di luar rumah hingga menutupkan kegiatan belajar di sekolah.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan dan Taufik Ridwan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puasa Ramadhan bagi penderita diabetes melitus tetap diperbolehkan dengan syarat medis
19 February 2026 18:44 WIB
A400M siap jadi ambulans udara, Prabowo perintahkan modernisasi fasilitas medis
03 November 2025 16:44 WIB
Menurut Ahli, penderita obesitas memiliki tanda jika memerlukan bantuan medis
16 October 2025 12:30 WIB
Fakultas Teknologi Laboratorium Medis laksanakan PKKMB bertema Labventure FTLM
02 September 2025 8:54 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Fantastis! Rp214 miliar disita dalam kasus korupsi lahan transmigrasi Kaltim
26 March 2026 22:13 WIB