Pandemik corona, peluncuran Disney Plus ditunda
Minggu, 22 Maret 2020 18:19 WIB
Ilustrasi. (ANTARA/Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Peluncuran layanan streamingDisney Plus di Prancis akan ditunda dua minggu atas permintaan pemerintah setempat menyusul pandemik virus corona baru (COVID-19), dikutip dari Reuters, Minggu.
Disney Plus rencananya akan diluncurkan di Inggris dan sebagian besar pasar Eropa pada 24 Maret. Namun, menurut pernyataan itu, pelanggan Eropa akan menerima kualitas video yang terdegradasi untuk sementara waktu.
Baca juga: Disney tunda produksi beberapa film "live-action"
Baca juga: Disney tunda rilis "Mulan" akibat virus corona
"Mengantisipasi permintaan konsumen yang lebih tinggi, kami melakukan langkah-langkah untuk menurunkan pemanfaatan bandwidth keseluruhan setidaknya 25 persen di semua pasar yang meluncurkan Disney Plus pada 24 Maret," kata Kevin Mayer, kepala Disney Direct-to-consumer dan International Business.
Menurut pernyataan itu, Disney telah menyetujui permintaan Uni Eropa sebagai penyedia streamingvideo untuk "memastikan kelancaran infrastruktur broadband."
Sebelumnya, YouTube, Prime Amazon, dan Netflix mengatakan mereka akan mengorbankan kualitas streaming di Uni Eropa untuk membantu mencegah kemacetan online karena puluhan juta dari orang tinggal di dalam rumah dan beralih bekerja dari rumah.
Permintaan kepada perusahaan dibuat oleh Komisaris Eropa untuk Pasar Internal Thierry Breton untuk memastikan kelancaran infrastruktur broadband di Eropa.
Disney Plus rencananya akan diluncurkan di Inggris dan sebagian besar pasar Eropa pada 24 Maret. Namun, menurut pernyataan itu, pelanggan Eropa akan menerima kualitas video yang terdegradasi untuk sementara waktu.
Baca juga: Disney tunda produksi beberapa film "live-action"
Baca juga: Disney tunda rilis "Mulan" akibat virus corona
"Mengantisipasi permintaan konsumen yang lebih tinggi, kami melakukan langkah-langkah untuk menurunkan pemanfaatan bandwidth keseluruhan setidaknya 25 persen di semua pasar yang meluncurkan Disney Plus pada 24 Maret," kata Kevin Mayer, kepala Disney Direct-to-consumer dan International Business.
Menurut pernyataan itu, Disney telah menyetujui permintaan Uni Eropa sebagai penyedia streamingvideo untuk "memastikan kelancaran infrastruktur broadband."
Sebelumnya, YouTube, Prime Amazon, dan Netflix mengatakan mereka akan mengorbankan kualitas streaming di Uni Eropa untuk membantu mencegah kemacetan online karena puluhan juta dari orang tinggal di dalam rumah dan beralih bekerja dari rumah.
Permintaan kepada perusahaan dibuat oleh Komisaris Eropa untuk Pasar Internal Thierry Breton untuk memastikan kelancaran infrastruktur broadband di Eropa.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jakarta Pertamina Enduro tundukkan Phonska Plus 3-1 di final four Proliga 2026
20 April 2026 13:02 WIB
Dugaan korupsi internet Rp1,5 miliar, Kadis Kominfo Seruyan ditangkap Kejati Kalteng
23 October 2025 18:59 WIB
Sinergi Menteri P2MI dan pemuda Kalteng, bangun ekosistem sehat bagi pekerja migran
20 September 2025 12:48 WIB
DPRD Palangka Raya minta inovasi nyamuk ber-Wolbachia tetap dibarengi 3M Plus
24 June 2025 16:32 WIB